Penggabungan usaha (merger) antara PT Bank UOB Buana dan PT Bank UOB Indonesia berkomitmen memperbesar modal tahun depan dari laba ditahan dan suntikan dana pemegang saham dengan kebutuhan tambahan Rp4,5 triliun.dan juga terkait dengan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia serta untuk pemenuhan modal minimal bank asing pada tahun depan Rp10 triliun. Pernyataan ini di utarakan oleh Managing Director Bank UOB Buana Syarullah Hadi Saleh. Dalam hal ini posisi permodalan UOB Buana yaitu Rp4 triliun dan modal UOB Indonesia yaitu Rp1 triliun jadi masih dibutuhkan kucuran modal yaitu Rp4,5 triliun sampai akhir 2010 dan untuk dapat dipenuhi, para manajemen akan berusaha tambahan dari sumber laba ditahan yaitu Rp2 triliun sisanya dari pemegang saham utama UOB Singapura yang telah berkomitmen untuk menambah modal. Ketentuan single presence policy berlaku setelah UOB Singapura memiliki penuh (go private) terhadap saham di kedua bank tersebut menjadi 99% sejak 17 Juni 2009. Dengan demikian penambahan modal bertujuan memperkuat kemampuan dalam ekspansi dan rencana investasi ke depan yang masih besar guna pertumbuhan bisnis menjadi agresif. selengkapnya...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar