Kamis, 13 Agustus 2009

Kredit Tertolong Properti

Pembiayaan yang diberikan pada tahun ini terhadap total kredit 15,4%, akan tetapi pertumbuhan kredit properti berperan untuk ekspansi pembiayaan sepanjang semester 1/2009 bahkan hamper separuhnya

Dalam kurun waktu 6 bulan pertama tahun ini naik Rp 7 triliun menjadi Rp205,6 triliun yaitu dalam kredit property, sedangkan kredit untuk keseluruhan berkembang Rp15,3 triliun menjadi Rp1.368,9 triliun, ini terendah dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, Dalam hal ini dari data bank Indonesia menjelaskan dalam kredit pemilikan remah mendominasi pertumbuhan kurang lebih seluruh kredit properti Rp6,7 triliun, tetapi pertumbuhan itu masih kalah dengan pertumbuhan pada semester II/2008 sekitar Rp.9,9 triliun.

Untuk itu ekspansi KPR masih dinaungi oleh lima bank terkenal, menurut, data yang dihimpun Bisnis seperti PT Bank Tabungan Negara yang menduduki peringkat pertama telah berinvestasi Rp5 triliun dalam 6 bulan pertama 2009, dengan total kredit menjadi Rp37 triliun, pangsa pasar sekitar 22%, urutan kedua yaitu PT Bank CIMB Niaga yang berinvestasi untuk kredit sekitar Rp.13,1 naik sekitar Rp1,1 triliun dengan pangsa pasar kredit perumahan bank yaitu milik Khazanah Holding sekitar 10%.Bank Mandiri berurutan ketiga ini yaitu Rp.12,5 triliun (portofolio) dengan pansa pasar 9,6%, Kredit perumahan bank mandiri sekitar 80% yaitu kredit konsumer BCA yang berurutan keempat memiliki portofolio KPR sebesar Rp10,6 triliun. Bank publik ini membukukan kenaikan bersih Rp1,2 triliun dengan pangsa pasar sekitar 8%.Sementara itu, BNI hingga semester I/2009 telah mengucurkan Rp1,2 triliun. Total KPR bank pelat merah ini menjadi Rp7,49 triliun dengan pangsa pasar 7,5%.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan permintaan KPR masih positif karena tempat tinggal merupakan kebutuhan utama masyarakat. Menurut dia, tren KPR terus meningkat hingga akhir tahun ini.

baca selengkapnya di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar