Senin, 24 Agustus 2009

Margin Profit Terlalu Tinggi

Laba Bersih Bank Naik 27 Persen Per Juni 2009

Margin profit perbankan di Indonesia saat ini salah satu yang tertinggi di dunia. Margin profit harus ditekan bertahap agar bunga kredit bisa ditekan sehingga tidak terlalu memberatkan dunia usaha. Saat ini rata-rata margin profit perbankan mencapai 42,5 persen dari harga kredit yang ditawarkan perbankan. Tingginya margin profit ini menjadi salah satu alasan investor asing marak menanamkan investasinya di sektor perbankan nasional.

Margin profit adalah bagian terbesar pembentuk bunga kredit dibandingkan biaya dana, biaya operasional, dan premi risiko. Kondisi ini yang membuat perbankan tetap menikmati laba yang besar, meskipun penyaluran kreditnya anjlok. Data BI menyatakan, per Juni 2009 laba bersih perbankan Rp 23,3 triliun, naik 27 persen dibanding periode sama 2008. Padahal, penyaluran kredit semester I-2009 tumbuh 3 persen.

Menurut ekonom Dradjad Wibowo, margin profit yang tinggi dipakai perbankan untuk bantalan (buffer) terhadap risiko, mengingat banyak bank terlibat transaksi investasi keuangan yang berisiko tinggi. Bantalan itu, kata Dradjad, untuk menjaga kepercayaan nasabah, terutama deposan besar. Umumnya deposan besar persepsikan bank yang bantalannya minimal bank berisiko tinggi. Mereka akan memindahkan uangnya dari bank itu. selengkapnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar