Jumat, 28 Agustus 2009

Pakaian Bekas Impor Marak di Medan

Perdagangan

Permintaan pakaian bekas impor di Medan, Sumatera Utara, tetap tinggi. Meskipun pemerintah telah melarang, pakaian bekas impor tetap beredar bebas di pasaran. Pedagang memasukkan dari Malaysia melalui pelabuhan rakyat. Salah satu pedagang monza mulai kesusahan mencari barang di Sumut, karena sebenarnya ia butuh banyak barang. Setiap ia baru membuka dagangannya, langsung diserbu banyak orang yang membeli.

Monza merupakan barang bekas impor di Medan. Istilah ini mengacu pada satu tempat bernama Mongisidi Plaza yang disingkat menjadi monza. Sejak pemerintah melarang masuknya barang bekas ini pada tahun 2002, pasarnya terpencar di sejumlah tempat di Medan.

Di Medan pedagang barang bekas terdapat di Pasar Melati, Pusat Pasar, Jalan Willem Iskandar, dan kawasan Simalingkar, Jalan Setiabudi, dan Jalan Krakatau. Menjelang lebaran kali ini, sejumlah pedagang menjajakan pakaian bekas langsung kepada pembeli. Pakaian bekas impor ummumnya terdiri atas celana panjang, jaket, dan kemeja. Harga pakaian ini mulai Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per potong.

Penggemar barang bekas tetap tinggi di Medan. Salah satu pembeli pakaian bekas adalah Ijah (40) yang Kamis kemarin membeli kemeja dan celana anaknya. Menurut Ijah, barang bekas relatif murah dengan kualitas yang baik. selengkapnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar