Proyek Senoro
PT Pertamina mengajukan dua syarat kepada konsumen domestik yang ingin membeli gas dari lapangan Senoro dan Matindok. Konsumen domestik tidak boleh meminta harga gas yang lebih murah daripada 6 dollar AS dan harus menyiapkan skema pendanaan untuk pembangunan kilang.
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengemukakan hal itu seusai rapat membahas kelanjutan proyek Senoro, Kamis di Jakarta. Ia memaparkan bahwa harga gas yang dihasilkan dari lapangan Senoro dan Matindok tidak bisa diturunkan karena terkait perhitungan biaya investasi. Harga mati investasi tersebut senilai 1,7 miliar dollar AS. Kalau lebih rendah, lapangan menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan.
Syarat kedua, konsumen juga harus menyiapkan skema pendanaan untuk pembangunan kilang gas alam cair yang akan mengolah gas dari Senoro dan Matindok. Karen mengatakan, konsumen juga harus menyiapkan skema pendanaan yang sama baiknya dengan yang diperoleh konsorsium Pertamina dan Medco. Ia sudah memperoleh komitmen pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan tenor rendah untuk menjamin produksi gas selama 15 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar