Nilai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia terus merosot dan mencapai titik terendah tahun ini. Minimnya nilai transaksi di BEI ini diperkirakan akan terjadi hingga akhir bulan September bahkan Oktober yang akan datang. Dilihat dari perdagangan senin, 07 September 2009, Total nilai transaksi di BEI hanya Rp 2,54 triliun, sedangkan jumlah saham yang diperjualbelikan hanya 4,07 miliar saham dengan frekuensi transaksi hanya 64,086 kali. Sedangkan pada jumat lalu, nilai transaksi di BEI juga anjlok, tercatat hanya Rp 2,72 triliun. Nilai transaksi dibawah rata-rata nilai perdagangan di BEI yang sebelumnya diatas Rp 5 triliun, bahkan beberapa kali di atas Rp 8 triliun. Minimnya nilai transaksi di BEI ini mulai terjadi sejak awal bulan ini. Memasuki bulan September, transaksi dan aktivitas perdagangan semakin sepi.
Menurut Presiden Direktur PT CIMB GK Securities Indonesia Bernard Thien mengungkapkan, sepinya aktivitas perdagangan bulan september memang merupakan fenomena yang selama ini terjadi di pasar modal. Dari data terlihat, bulan September adalah bulan di mana pertumbuhan harga saham paling rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya. Hal senada disampaikan Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero. Mengungkapkan sepinya aktivitas perdagangan di BEI, termasuk pasar modal global, kemungkinan berlangsung sampai bulan Oktober. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar