Bertujuan Perbaiki Struktur Dana
Perbankan kini menemukan momentum untuk menerbitkan obligasi dan subdebt seiring mulai turunnya suku bunga dan makin terbatasnya ruang gerak untuk mengimpun dana besar melalui deposito. Pada saat ini bank-bank masih memburu likuiditas dan memiliki rasio modal dibawah rata-rata perbankan nasional mengambil kesempatan pertama untuk menerbitkan obligasi atau subdect.
Menurut ekonom Tony Prasetiantono mengungkapkan penerbitan obligasi dan subdebt semakin penting karena bank bisa sekaligus memperbaiki struktur dana. Subdebt merupakan obligasi subordinasi di mana sebagian dana yang diperoleh bisa diakui sebagai modal. Penerbitan obligasi dan subdebt bakal menjadi tren bagi perbankan karena imbal hasilnya mulai turun signifikan. Salah satu penyebabnay adalah kesepakatan bank-bank besar menurunkan bunga deposito bernilai besar dari sebelumnya rata-rata 10 persen menjadi 8 persen per awal September 2009. Penurunan bunga deposito ini selanjutnya menarik turun imbal asil atau yield dari obligasi dan subdebt. Kesepakatan bank-bank besar untuk menurunkan sekaligus menyeragamkan bunga deposito juga akhirnya membatasi ruang gerak bank untuk berebut deposan besar. Apalagi Bank Indonesia juga akan menegur bank yang mengambil deposan kakap milik bank lain. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar