PT Bank Internasional Indonesia Tbk sedang menjajaki penerbitan obligasi subordinasi senilai US$200 juta hingga US$250 juta pada 2010. Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah mengungkapkan rencana ini sedang diajukan ke Bank Indonesia untuk mendapatkan persetujuan karena sebelumnya sudah berkoordinasi dengan BI untuk rencana tersebut.
Dia menjelaskan pada 28 April tahun depan BII akan membayar call option obligasi subordinasi yang jatuh tempo senilai US$150 juta. Dana untuk membayar call option obligasi sudah ada tetapi kalau kas internal digunakan, rasio kecukupan modalnya bisa turun menjadi sekitar 15%.
Ridha menjelaskan perseroan bisa memutuskan tidak mengeksekusi call option obligasi yang jatuh tempo. Namun, call option obligasi subordinasi BII kalau tidak dieksekusi akan menyebabkan perseroan menanggung kenaikan beban bunga.
Berdasarkan perjanjian, kupon yang harus ditanggung oleh BII kalau call option tidak dieksekusi adalah tingkat bunga Treasury AS ditambah dengan 7,424% per tahun. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar