Gempa 30 September 7,6 skala Richter di Sumatra Barat diperkirakan tidak signifikan memengaruhi kinerja tiga emiten sawit nasional. Kontribusi ekspor sawit kawasan itu dinilai terlalu kecil. Selain menimbulkan korban hingga ratusan jiwa, gempa tersebut juga sempat membuat denyut ekonomi provinsi tersendat. Masifnya kerusakan bangunan dan infrastruktur membuat proses evakuasi masih berjalan.
Tidak heran, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono sempat mengatakan gempa berpotensi mengganggu ekspor komoditas. Tertundanya pengiriman bisa terjadi jika kerusakan jalan menuju pelabuhan Teluk Bayur tidak segera diperbaiki. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar