Pada pekan lalu harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 1.055 dollar AS per troy ounce, harga emas berpeluang menembus 1.100 dollar AS per troy ounce sampai akhir tahun ini. Bahkan, ada yang memprediksi, emas bisa mencapai 1.500 dollar AS per troy ounce.
Dalam hal tersebut di prediksi oleh Lihir Gold Ltd. Yang menurutnya perusahaan pertambangan emas kedua terbesar di Australia tersebut, pemicu kenaikan harga si kuning adalah permintaan dari China, khususnya bank sentral di Negeri Tirai Bambu tersebut. Untuk itu diperkirakan menurut Chief Executive Officer Lihir Gold Arthur Hood mengungkapkan harga emas bisa menembus 1.500 dollar AS per troy ounce. Dan ini pencapaian sempurna. Namun, sejumlah analis menilai, dalam waktu dekat emas belum bisa menembus 1.500 dollar AS per troy ounce. Adapun Analis Indosukses Futures, Herry Setyawan, mengakui, kebutuhan emas untuk memperkuat cadangan devisa memang cukup tinggi, terutama datang dari China. Dan selama ini, China menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar Amerika Serikat. Ketika dollar AS melemah, nilai aset China juga ikut menyusut. "Makanya Bank Sentral China memilih emas untuk menyokong cadangan devisanya yang relatif lebih kuat menghadapi krisis ekonomi," selengkapnya...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar