Belum lama ini DPR baru saja mensahkan RUU Perfilman untuk industri film Indonesia. RUU tersebut diajukan agar perfilman Indonesia bisa semakin baik. Namun tidak sedikit sineas yang memprotes RUU tersebut dengan alasan tidak bisa berkarya dengan baik.
Meski bagaimanapun, RUU itu tetap disahkan. Wah, ribet juga ya. Sampai sekarang masalah RUU masih aja jadi bahan omongan di kalangan para sineas muda baik yang muda maupun yang sudah lebih dulu berkarya.
Poin yang paling disepakati untuk disahkan menjadi bagian Undang-Undang Perfilman adalah peredaran film asing disepakati. Dalam Undang-Undang itu diatur bahwa 60% pasar perfilman Indonesia diisi produksi dalam negeri, dan 40% untuk produksi luar negeri. Hal itu diajukan untuk menujukkan kecintaan produk dalam negeri. (tvone.co.id)
RUU Perfilman juga berisi tentang penonton film menonton film sesuai dengan usianya. Melihat film sekarang jarang sekali untuk kalangan anak-anak, ditakuti mereka menonton film orang dewasa. Lembaga Sensor Film juga harus lebih teliti memotong dan ditiadakan suara yang tidak bagus.
Artis Luar Negeri
Belum lama ini juga industri film dihebohkan oleh kedatangan Maria Ozawa yang biasa dikenal dengan Miyabi. Rencana kedatangannya membuat kontroversi besar-besaran oleh sejumlah kalangan ormas maupun MUI. Bukan hal biasa sejumlah orang menolak kedatangannya, tapi background film porno yang membuat ia ditolak datang ke Indonesia.
Banyak orang yang meragukan kedatangannya, hingga berita terakhir yang ada menyebutkan kalau kedatanganya dibatalkan oleh rumah produksi yang mengundangnya. Miyabi datang ke Indonesia diundang untuk bermain film yang berjudul “Menculik Miyabi” oleh produser film Maxima Picture.
Miyabi bukan satu-satunya artis luar negeri yang bersedia hadir ke Indonesia untuk bermain film, saat ini Julia Roberts sedang ada pengambilan gambar di Bali untuk film terbarunya. Tidak hanya mereka, masih ada beberapa artis luar negeri lainnya yang sangat senang bermain film ke Indonesia.
Kedatangan mereka pun merupakan devisa negara yang masuk melalui penyewaan hotel dan fasilitas lainnya yang mereka manfaatkan di sini.
Masih belum jelas, apakah kedatangan Miyabi memperngaruhi RUU Perfilman karena background film yang ia bintangi di Jepang atau karena banyaknya ormas yang menolak kehadirannya.
Berita terkait : IndoBD.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar