Industri petrokimia hulu berbasis olefin (plastik) dan aromatik membutuhkan tambahan investasi besar-besaran hingga US$22,6 miliar dalam 5 tahun ke depan untuk mencukupi defisit pasokan bahan baku bagi subsektor hilir.
Investasi tersebut juga untuk mendongkrak pertumbuhan industri kimia nasional yang mencapai 6%-7% per tahun menjadi di atas 10% di samping mengatasi defisit pasokan bahan baku petrokimia yang menyebabkan utilisasi (pemanfaatan kapasitas terpasang) industri hilir plastik menganggur sekitar 20%.
Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries Amir Sambodo menjelaskan dana sebesar itu dibutuhkan untuk menambah empat kilang bahan bakar minyak (BBM) baru senilai US$16 miliar atau US$4 miliar per kilang (refinery) dengan total kapasitas sekitar 4 juta barel per hari. Selain untuk memenuhi kebutuhan BBM, adanya tambahan empat kilang baru diharapkan mampu menghasilkan nafta sebagai bahan baku vital di sektor petrokimia sekitar 1,5-2 juta ton per tahun. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar