Omzet industri manufaktur sepanjang kuartal III/2009 hanya mencapai Rp894,549 triliun atau merosot 21% dibandingkan dengan realisasi pada periode sama 2008 yang mencapai Rp1.132,34 triliun.
Kendati daya beli di pasar ekspor dan domestik menunjukkan tanda-tanda pemulihan mulai sejak kuartal II/2009, akumulasi penurunan itu tetap tidak terelakkan mengingat dampak berantai krisis ekonomi dunia masih menyulitkan industri pengolahan nasional untuk melebarkan ruang gerak bisnisnya.
Upaya meningkatkan penetrasi produk manufaktur ke pasar lokal seiring pelemahan ekspor diyakini belum mampu mendongkrak nilai omzet pada kuartal III/2009 menjadi lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian Dedi Mulyadi, mengharapkan omzet industri dan penguasaan prodk lokan bisa terdongkrak lagi mulai 2010. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar