PT Adaro Energy Tbk dinilai perusahaan yang paling diuntungkan dengan adanya rencana pemangkasan pembayaran royalti produksi batu bara dari semula 13,5% menjadi sekitar 9% dibandingkan dengan produsen lainnya yang tercatat di lantai bursa.
Rencana pemangkasan royalti atau dikenal dengan nama dana hasil produksi batu bara (DHPB) yang kini sedang dibahas tim Departemen ESDM dan Departemen Keuangan dibagi tiga kategori, yakni DHPB batu bara kalori 5.000 kal - 4.600 kal terpangkas menjadi 9%, batu bara kalori kurang dari 4.600 kal (7,5%), dan batu bara tambang bawah tanah 8,75%.
Laporan riset harian Danareksa Sekuritas kemarin mengungkapkan potensi itu berlandaskan biaya royalti efektif perusahaan itu hanya 16% pada 2008. selengkapnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar