Senin, 31 Agustus 2009

Bola panas Century dilempar ke BI Menkeu persilakan BPK audit proses penyelamatan

Bailot terhadap PT Bank Century Tbk belum mencapai titik temu disebabkan Departemen Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berpatokan pada analisis Bank Indonesia.

Untuk itu menurut Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani menyatakan lembaga ini hanya bertugas menyelamatkan bank yang berdampak sistemik sesuai masukan BI dan LPS tidak lagi menghitung untung rugi bila bank itu diselamatkan atau dilikuidasi.

Penyelamatan dipilih dibandingkan likuidasi dikarenakan dalam kriteria sistemik pada dasarnya tidak diatur secara terperinci dalam undang-undang tentang LPS maupun Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Jadi ini dilakukan untuk menghindari bank-bank menyalahgunakan kriteria itu agar mendapatkan predikat sistemik dan berpeluang diselamatkan pemerintah. Pernyataan ini senada dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menegaskan seluruh keputusan Menkeu sebagai Ketua Komite Stabilitasi Sistem Keuangan (KSSK) didasarkan pada landasan hokum yang jelas, yaitu Perppu JPSK No. 4/2008 dan UU 24/2004. Dan untuk bahan serta informasi sepenuhnya berasal dari Bank Indonesia yaitu lembaga yang berwenang penuh dalam pengawasan dan penanganan persoalan bank, serta penanganan bank gagal yang sepenuhnya pada LPS. Dan pada tanggal 31 Agustus 2009 BI akan menggelar konferensi pers penjelasan lanjutan kasus Bank Century. selengkapnya...

Skema penjaminan diragukan Wapres mengaku tak tahu soal bailout Century

Dalam kasus Bank Century, IFI, dan sejumlah BPR, kemampuan pertanggungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terhadap nasabah mulai diragukan pasalnya lembaga tersebut kebanjiran klaim dana.

Menurut Ekonom Indef Ikhsan Modjo mengatakan penyuntikan dana ke Bank Century dan pembayaran klaim nasabah bank gagal bayar jelas mengurangi kemampuan likuiditas asuransi perbankan itu dalam melakukan penjaminan dana simpanan perbankan. Untuk itu LPS bisa mencari sumber pendanaan yang cepat dengan meningkatkan besaran premi yang ditarik dari bank agar kemampuan likuiditas meningkat. Tetapi hal tersebut mengesankan tidak fair karena bank lain jadi menanggung penyelamatan Bank Century.

Legislator Fraksi Golkar Harry Azhar Azis khawatir jika ada bank yang menampung dana nasabah rakyat kecil gagal operasional, tetapi kemampuan LPS meng-cover dana nasabah berkurang. "Ini kan tidak fair [karena] dana dipakai untuk menutup deposan Bank Century."

Tetapi dalam hal ini Bank Indonesia mempunyai keputusan bailout dan merupakan langkah yang tepat karena permasalahan bank tersebut merupakan termasuk katagori sistemik yang berdampak kepada sitem perbankan dan ekonomi nasional. Untuk itu menurut Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, keputusan itu diambil agar tidak menyeret 23 bank lainnya yang memiliki kelas selevel dengan bank tersebut. Pasalnya, sebelum November 2008 pun sudah ada dana-dana dari sejumlah bank yang pindah ke bank besar supaya lebih aman. Beliau menekankan penyelamatan Century itu tidak melanggar ketentuan yang ada melainkan untuk kepentingan penyelamatan kita semua. selengkapnya...

Bappebti tata ulang komisi transaksi

Dalam mengatur pembagian komisi transaksi yang ditangani oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memutuskan untuk mengatur kembali pembagian komisi yang dipungut, baik oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (BJJ) maupun PT Kriling Berjangka Indonesia (KBI), atas transaksi yang terjadi di bursa. Tercatat komisi yang didapatkan BBJ maupun KBI menurun dibandingkan dengan besaran komisi yang dinikmati kedua institusi itu sebelumnya.


Terkait dengan pengubahan besaran komisi menurut Kepala Bappeti Deddy Saleh menjelaskan Rencana penerapan platform tunggal (single platform) untuk perdagangan berjangka, terutama untuk perdagangan sistem perdagangan alternatif (SPA) SPA merupakan turunan produk finansial yang ditransaksikan di luar bursa (over the counter/OTC). perlu ada re-arrangement atas pembagian komisi tersebut. Hal ini karena adanya kewajiban untuk membayar sistem yang digunakan tersebut Dalam hal ini BBJ akan memperoleh porsi 40% dari komisi yang dipungut atas transaksi yang didaftarkan di bursa. Sedangkan KBI akan memperoleh porsi 30% dari komisi tersebut. Dan dana kompensasi memperoleh porsi 2,5% dan sisanya untuk membayar system. Padahal sebelumnya kedua institusi itu dapat mengantongi komisi lebih besar, karena BBJ dapat memungut 45% dari nilai komisi yang didaftarkan. Nilai persentase yang sama juga dinikmati KBI. selengkapnya...

Sabtu, 29 Agustus 2009

Emas Bakal Bertahan di Level Tinggi

Ada istilah yang cocok untuk produk emas, lain dulu lain sekarang. Dulu emas adalah salah satu instrumen yang diburu saat kondisi ekonomi memburuk untuk mengamankan investasi karena harganya cenderung stabil atau menjadi instrumen hedging kala ekonomi membaik untuk melindungi investasi dari lonjakan inflasi. Tetapi sekarang fungsi emas dalam gambaran besarnya mulai agak berubah meskipun fungsi sebagai safe haven (aman) dan hedging masih memberikan pengaruh.

Emas dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti devaluasi mata uang dollar AS, diversifikasi atau perubahan cadangan devisa, selera pada aset resiko seperti komoditi dan kekhawatiran pada inflasi. Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi emas adalah pasar komoditas, yang memperdagangkan produk komoditi seperti minyak mentah, gula, kopi, kedelai dan lain-lain. Naik turunnya harga emas cenderung di setir oleh performa pasar komoditas. selengkapnya...

Bank Nasional Siap Danai Eksploitasi Migas

Bisnis Migas

Perbankan nasional menyatakan siap membentuk konsorsium untuk mendanai kegiatan pengeboran dalam eksploitasi minyak dan gas. Meskipun tergolong bisnis berisiko tinggi, sektor migas dinilai menawarkan banyak peluang yang belum tergarap. Hal itu dikemukakan perwakilan direksi Bank Mandiri, BNI, dan BRI di sela-sela lokakarya Peningkatan Kapasitas Nasional Melalui Sinergi Penyediaan Barang dan Jasa Pengeboran, Kamis di Jakarta.

Direktur Kelembagaan BRI Asmawi mengatakan, sebagai tahap awal, perbankan nasional akan menyokong aktivitas pengeboran yang menggunakan rig-rig kecil. Dan dapat dilihat kalau ini merupakan investasi jangka panjang karena rig tidak hanya sekali pakai, bisa sampai lima tahun.

Diakui, secara keseluruhan biaya pengadaan barang dan jasa pengeboran nilainya sangat besar. Total biaya pengeboran untuk Pertamina dan Medco, misalnya, mencapai 3,9 miliar dollar AS. Direktur Korporasi Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, bahwa masih sangat memungkinkan pembiayaan dengan cara sindikasi. selengkapnya...

Jumat, 28 Agustus 2009

Pakaian Bekas Impor Marak di Medan

Perdagangan

Permintaan pakaian bekas impor di Medan, Sumatera Utara, tetap tinggi. Meskipun pemerintah telah melarang, pakaian bekas impor tetap beredar bebas di pasaran. Pedagang memasukkan dari Malaysia melalui pelabuhan rakyat. Salah satu pedagang monza mulai kesusahan mencari barang di Sumut, karena sebenarnya ia butuh banyak barang. Setiap ia baru membuka dagangannya, langsung diserbu banyak orang yang membeli.

Monza merupakan barang bekas impor di Medan. Istilah ini mengacu pada satu tempat bernama Mongisidi Plaza yang disingkat menjadi monza. Sejak pemerintah melarang masuknya barang bekas ini pada tahun 2002, pasarnya terpencar di sejumlah tempat di Medan.

Di Medan pedagang barang bekas terdapat di Pasar Melati, Pusat Pasar, Jalan Willem Iskandar, dan kawasan Simalingkar, Jalan Setiabudi, dan Jalan Krakatau. Menjelang lebaran kali ini, sejumlah pedagang menjajakan pakaian bekas langsung kepada pembeli. Pakaian bekas impor ummumnya terdiri atas celana panjang, jaket, dan kemeja. Harga pakaian ini mulai Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per potong.

Penggemar barang bekas tetap tinggi di Medan. Salah satu pembeli pakaian bekas adalah Ijah (40) yang Kamis kemarin membeli kemeja dan celana anaknya. Menurut Ijah, barang bekas relatif murah dengan kualitas yang baik. selengkapnya...

Ekspor minyak sawit diprediksi naik

Selama bulan Juli volume ekspor minyak kelapa sawit mentah (clude palm oil/CPO) dan turunannya turun 8% dibandingkan dengan bulan lalu sebelumnya, Dan diperkirakan untuk bulan ini eksportir optimistis volume ekspor akan meningkat di atas 1,5 juta ton. Disebabkan peningkatan permintaan komuditas itu dari India dan China.

Ini dapat dilihat dari data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), yang membenarkan penurunan volume ekspor kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya yaitu sebesar 7,6% menjadi 1,1 juta ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 1,2 juta ton. Penyebabnya yaitu pengenaan bea keluar (BK) CPO pada bulan Juni menyebabkan eksportir menaggungkan pengapalan pada bulan berikutnya untuk mengndari pungutan sebesar 3% dan ada penurunan permintaan dari Pakistan. selengkapnya...


5 Alasan Mengapa Investor Sebaiknya Lakukan Aksi Ambil Untung

Kami telah menurunkan peringkat untuk pasar Indonesia dari overweight menjadi neutral atas dasar melambatnya kinerja pasar modal yang ditunjukkan dengan tingkat pertumbuhan laba operasional yang menurun pada kuartal II-2009 dibandingkan dengan kuartal I-2009.

Selain itu, kami juga mempertimbangkan beberapa alasan berikut sebagai dasar yang kuat untuk melakukan aksi ambil untung dari pasar, terutama pada siklus pasar saat ini. selengkapnya...

IHSG Sesi 1 Makin Terpuruk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahannya dari pembukaan tadi pagi. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG malah makin terpuruk 30 poin.

Penutupan IHSG sesi pertama, Kamis, melemah 30,85 poin atau setara 1,30 persen ke level 2.349,24. Adapun hanya 40 saham saja yang tercatat menguat. Sementara 139 saham anjlok dan 50 saham diam di tempat.

Volume perdagangan pun terpantau sebesar 3,75 miliar senilai Rp2,34 triliun. Senada dengan IHSG, indeks LQ45 juga merosot 7,13 poin menjadi 457,57 dan Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 4,77 poin ke level 384,14. Pendukung dari pelemahan ini datang dari seluruh sektor yang bergerak memerah, dengan penurunan terbesar dipimpin oleh sektor pertambangan yang anjlok 64,37 poin ke 2.191. selengkapnya...

Saham Pertambangan dan Perkebunan Masih Menarik

Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipekirakan masih akan bergerak mixed (beragam) dengan tetap mengikuti gerak di bursa regional.

Analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, memperkirakan, investor global tampaknya masih akan menanti beberapa data makroekonomi AS yang keluar pekan ini. selengkapnya...

Kamis, 27 Agustus 2009

Peluang Penyelundupan Rotan Masih Terbuka

Perdagangan

Penyelundupan rotan masih berpeluang terjadi meski telah dibuat Peraturan Menteri Perdagangan tentang ekspor rotan. Ini terjadi karena Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-Dag/Per/8/2009, yang dikeluarkan 11 Agustus 2009, belum mengatur secara tegas perusahaan yang diizinkan mengekspor bahan baku rotan.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Polah Tjahyono mengemukakan, Rabu di Jakarta, masih banyak perusahaan yang memegang dua izin sekaligus, yaitu sebagai eksportir terdaftar produk industri kehutanan dan eksportir tedaftar rotan. Karena semestinya satu perusahaan hanya bisa memiliki satu izin ekspor. Pemegang ETPIK hanya boleh mengekspor barang jadi, sedangkan ETR mengekspor bahan setengah jadi dan bahan mentah. selengkapnya...

Sistem Elektronik Blokir Ekspor

Perdagangan

Sistem online yang menghubungkan sistem informasi Ditjen Bea dan Cukai dengan perbankan persepsi menyebabkan ekspor terblokir secara otomatis. Oleh karena itu, Ditjen Bea dan Cukai menunda pemblokiran sementara hingga 20 September 2009 untuk mencegah terhambatnya ekspor hingga eksportir melunasi tunggakan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas ekspor. Kebijakan baru tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi di Jakarta, Rabu kemarin.

Masalah blokir ekspor ini mulai timbul saat Ditjen Bea dan Cukai menerapkan Sistem Komputer Pelayanan (SKP) ekspor pada 1 Juli 2009 di Tanjung Perak, Surabaya, dan 1 Agustus 2009 di Tanjung Priok serta Bandara Soekarno-Hatta. Awalnya, SKP ini diformat untuk mendorong percepatan dan pengawasan dalam proses penerbitan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) di pelabuhan ekspor. selengkapnya...

Bajak-Membajak Sirna

Bunga Kredit Tetap Tinggi

Salah satu penyakit kronis perbankan Indonesia, yaitu saling bajak deposan besar dengan cara menawarkan suku bunga lebih tinggi dari kewajaran, akan segera sirna. Bank Indonesia dan pemerintah akan memonitor perilaku bank dan deposan besar terkait bunga deposito. Bank Indonesia akan memantau secara ketat jalannya implementasi kesepakatan perbankan untuk menawarkan bunga deposito secara wajar.

Bank-bank yang memiliki level persepsi risiko sama, sesuai kesepakatan, akan menawarkan suku bunga deposito maksimal yang sama. Untuk bank-bank papan atas misalnya, saat ini maksimal bunga depositonya dibatasi 8 persen per tahun. Bank-bank dengan persepsi risikonya lebih besar, seperti bank-bank kecil, otomatis diberi batas maksimum bunga yang lebih tinggi.

Deputi Gubernur Senior Darmin Nasution, seusai bertemu pemerintah dan perbankan membahas suku bunga di Jakarta, Rabu kemarin, mengatakan, BI akan mengawasi dan memantau jalannya kesepakatan dari hari ke hari. selengkapnya...

Dua Bank UOB akan tambah modal Rp4,5 triliun

Penggabungan usaha (merger) antara PT Bank UOB Buana dan PT Bank UOB Indonesia berkomitmen memperbesar modal tahun depan dari laba ditahan dan suntikan dana pemegang saham dengan kebutuhan tambahan Rp4,5 triliun.dan juga terkait dengan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia serta untuk pemenuhan modal minimal bank asing pada tahun depan Rp10 triliun. Pernyataan ini di utarakan oleh Managing Director Bank UOB Buana Syarullah Hadi Saleh. Dalam hal ini posisi permodalan UOB Buana yaitu Rp4 triliun dan modal UOB Indonesia yaitu Rp1 triliun jadi masih dibutuhkan kucuran modal yaitu Rp4,5 triliun sampai akhir 2010 dan untuk dapat dipenuhi, para manajemen akan berusaha tambahan dari sumber laba ditahan yaitu Rp2 triliun sisanya dari pemegang saham utama UOB Singapura yang telah berkomitmen untuk menambah modal. Ketentuan single presence policy berlaku setelah UOB Singapura memiliki penuh (go private) terhadap saham di kedua bank tersebut menjadi 99% sejak 17 Juni 2009. Dengan demikian penambahan modal bertujuan memperkuat kemampuan dalam ekspansi dan rencana investasi ke depan yang masih besar guna pertumbuhan bisnis menjadi agresif. selengkapnya...

Rabu, 26 Agustus 2009

Perbankan dan Asing Tarik Dana dari SBI

Posisi dana pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) turun Rp 22 triliun selama Agustus 2009. Yakni dari Rp 250 triliun pada akhir bulan lalu menjadi Rp 228 triliun per posisi saat ini. Penurunan ditengarai karena adanya penarikan dana oleh perbankan dan investor asing. Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwoo mengatakan itu, seusai rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, di Jakarta, kemarin.

Dia merinci, dari penyusutan Rp 22 triliun, sebesar Rp 7,2 triliun adalah dana milik asing. Per 10 Agustus, dana asing di SBI sebesar Rp 35 triliun. Sementara itu per 24 Agustus, posisi dana asing di SBI sebesar Rp 27,8 triliun.

Penurunan dana milik asing itu dinilai sebagai fenomena aksi ambil untung dari investor asing. Sekarang, dana asing sudah kembali masuk ke berbagai instrument. Sementara itu, untuk penurunan dana nonasing, Hartadi menilai itu disebabkan adanya penarikan oleh bank. Bagi perbankan, SBI memang merupakan sarana penyimpan ekses likuiditas, sebelum disalurkan dalam bentuk kredit. selengkapnya...

Dana SBI susut

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada penempatan dana perbankan untuk saat ini berangsur menyusut dikarenakan dengan mulai berjalannya pemberian kredit pada awal semester II/2009 dan juga pelarian dana asing turut mempengaruhi penurunan dana pada instrument itu.

Dalam SBI menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan secara umum SBI merupakan fasilitas penampung ekses likuiditas perbankan sebelum disalurkan, berupa kredit, kepada sector riil. selengkapnya...

Dollar AS Dibeli, Rupiah Melemah

Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa sore, turun mencapai Rp 10.020-Rp 10.035 per dollar AS atau melemah 35 poin karena pelaku pasar masih aktif membeli dollar AS. Kepala Analis Keuangan PT Bank OCBC NISP, Suriyanto Chang, di Jakarta, Selasa kemarin, menuturkan, bahwa pembelian dollar AS oleh pelaku pasar berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi global yang membaik, setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan pendapatan korporasi meningkat dan sektor perumahan yang membaik

Suriyanto Chang mengatakan, pelaku asing juga menunggu laporan berikut terhadap data ekonomi AS apakah masih memberikan dukungan pasar. Suriyanto memperkirakan tekanan pasar itu tidak berlangsung lama, karena itu rupiah berpeluang untuk kembali menguat.

Menurut dia, naik turunnya rupiah sebenarnya merupakan hal yang biasa, apabila mengalami kenaikan yang tinggi maka keesokan harinya akan terjadi koreksi. Namun, pasar sebenarnya masih positif terhadap rupiah. Asumsi makro pemerintah menyebutkan nilai tukar rupiah pada 2010 ditargetkan sebesar Rp 10.000 per dollar AS, karena itu rupiah saat ini sedang mencari keseimbangan baru. selengkapnya...

Penguatan IHSG Beri Harapan

Pasar Modal

Indeks harga saham dalam negeri akhirnya kembali menguat di tengah pelemahan sebagian besar regional. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan harga saham pilihan di sektor infrastruktur dan perkebunan. Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,64 poin atau 0,20 persen menjadi 2.380,52. Indeks LQ-45 naik 0,79 poin atau 0,17 persen ke level 465,12 dan Indeks Kompas100 menguat 0,94 poin atau 0,16 persen menjadi 577,48.

Sekalipun hanya naik tipis, penguatan indeks ini memberikan angin segar bagi investor dalam negeri yang tengah khawatir dengan pelemahan bursa regional, khususnya bursa China. Selain bursa Indonesia dan Singapura, pada perdgangan saham kemarin semua indeks bursa regional melemah. Pelemahan paling dalam terjadi pada bursa China yang turun 2,59 persen dan disusul bursa Jepang sebesar 0,79 persen serta bursa Korea Selatan sebesar 0,67 persen.

Sebelumnya, bursa China beberapa kali mengalami pelemahan tajam sampai 5 persen, menyusul rencana pemerintah setempat meningkatkan suku bunga perbankan untuk mengantisipasi terjadinya penggelembungan di pasar finansial. selengkapnya...

Pemda Jadi Koordinator, Tetap Buka Peluang Gandeng BUMN

Divestasi Saham Newmont

Konsorsium yang dibentuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan tetap membuka kesempatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berminat turut serta dalam pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara. Hal itu dikemukakan oleh Gubernur NTB M Zainul Majdi ketika dihubungi, Selasa kemarin. Dia juga menambahkan, kalau BUMN mau ikut, pemerintah minta bergabung ke dalam perusahaan joint venture. Di situ ada tiga pihak, yaitu pemerintah daerah, Multicapital, dan BUMN.

Dengan begitu, lanjut Zainul, diharapkan semua kepentingan terwadahi. Pemda sebelumnya juga telah mendapat hak pembelian saham asing PT NNT untuk tahun 2006 dan 2007 sebesar 10 persen. Sebelumnya, BUMN tambang yang terdiri atas PT Aneka Tambang dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam telah menyatakan kesiapan untuk ikut membeli saham NNT. selengkapnya...

BEI Tak Khawatirkan Recovery Picu Capital Outflow

Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mengkhawatirkan jika recovery perekonomian global menimbulkan konsekuensi kembalinya dana asing ke negara asal dari Indonesia (capital outflow). Dirut BEI Ito Warsito saat ditemui di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Selasa ini menyampaikan kalau secara fundamental bursa Indonesia masih bisa tumbuh, tapi berapanya bursa tidak bisa membuat prediksi.

Selain itu, menurutnya Amerika diperkirakan akan mebutuhkan waktu selama dua tahun untuk dapat merecovery ekonominya secara total. Memang krisis sekarang sudah stabil, selama Indonesia masih bisa menawarkan pertumbuhan lebih tinggi dari negara lain, investor akan datang ke Indonesia. Yakni pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan di pasar modal, khususnya potensi return. selengkapnya...

BRI Syariah siap ekspansi

PT BRI Syariah siap ekspansi sampai akhir tahun ini sedikitnya Rp1 triliun khususnya disektor usaha kecil menengah dan ritel konsumer setelah seluruh jaringan baru dapat beroperasi optimal. Untuk itu pihaknya optimistis dapat meningkatkan pembiayaan lebih cepat terutama setelah pengembangan cabang dan seluruh jaringan dapat beroperasi secara efektif sehingga kinerjanya dapat dilaksanakan secara maksimal denga jumlah cabang yang aktif 55 kantor dan akan ditambah 18 kantor lagi sampai akhir tahun. baca selengkapnya...

Pasar asuransi pulih Klaim properti dan kendaraan meningkat

Kegiatan pasar asuransi pada periode kuartal II/2009 mengalami peningkatan padahal dua kuartal sebelumnya produksi premi nyaris stagnan dan terjadi koreksi pertumbuhan. Hal ini terlihat dari Data Bapepam LK, yaitu premi asuransi sepanjang kuartal II/2009 meningkat hampir 10% menjadi Rp20,95 triliun dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya yaitu Rp19,16 triliun pertumbuhsn tersebut di topang oleh kinerja asuransi jiwa yang meningkat 12,83% menjadi Rp15,12 triliun dibandingkan sebelumnya Rp13,40 triliun. Dan pada kuartal I/2009 asuransi umum naik hanya 1,21% dari Rp5,76 triliun menjadi Rp5,83 triliun pada kuartal II/2009. Perkembangan klaim industri 16,75% yaitu Rp11,04 (Kuartal I/2009) menjadi Rp12,89 triliun (Kuartal II/2009). Perkembangan klaim di asuransi jiwa 16,6% yaitu Rp8,25 triliun menjadi Rp9,62 triliun. Dan Perkembangan asuransi kerugian yaitu 17,2% yaitu Rp2,79 triliun menjadi Rp3,27 triliun.

Berdasarkan data diatas menurut Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Recapital (Relife) Liza Linda mengatakan Kegiatan pasar asuransi pada tahun ini memang mulai membaik disebabkan keadaan investasi pada saat ini sudah pulih walaupun pada krisis, Investasi sempat mengalami terganggu, sehunga dapat mempengaruhi penjualan produk unit-linked. Dengan Naik atau turunnya kinerja industri bergantung pada perusahaan besar dan kinerja mereka berpengaruh besar pada industri. selengkapnya...

Selasa, 25 Agustus 2009

Syarat bunga kredit turun sudah lengkap

Penurunan suku bunga kredit DPR mendesak Bank Indonesia untuk menekan perbankan menurunkan suku bunga kredit karena indicator kinerja keuangannya memungkinkan untuk memangkas bunga pinjaman lebih besar. Dalam hal tersebut Bank Indonesia harus melihat bunga kredit sebagai salah satu fundamental perbankan yang dapat mempengaruhi cukup besar dalam perekonomian dan sektor riil pernyataan ini menurut Anggota Komisi XI DPR Andy Rahmat

Untuk itu, katanya, sebagai otoritas moneter harusnya lebih berani untuk menekan perbankan agar turunkan bunga kredit lebih cepat karena seluruh indikator keuangan perbankan baik dan memungkinkan untuk turunkan bunga lebih agresif. Dengan demikian Bank Indonesia harus berani karena cost of fund sudah turun, maka penurunan kredit juga lebih cepat karena indikator perbankan seperti BOPO, NPL, dan laba secara keseluruhan membaik.lambannya penurunan bunga kredit itu salah satunya adalah kebiasaan perbankan untuk memperoleh margin tinggi dengan ekspansi yang cenderung diperlambat. selengkapnya...

Bunga Bank Hambat Pemulihan Ekonomi

Lambatnya penurunan suku bunga perbankan dinilai menghambat pemulihan ekonomi nasional. Suku bunga pinjaman harus diusahakan turun mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perekonomian nasional bisa lebih ekspansif di tengah pemulihan ekonomi global bila suku bunga perbankan diturunkan. Karena saat ini keadaan memperlambat pemulihan ekonomi yang terjadi.

Purbaya melanjutkan, kabar membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) merupakan sinyal positif bagi Indonesia mengingat sektor-sektor yang selama ini terpukul oleh lesunya pasar dunia akan kembali bergairah. Misalnya di sektor manufaktur dan sektor perdagangan.

Perekonomian nasional sendiri sudah mencapai titik terendah pada Maret lalu dan sekarang berada dalam fase ekspansi. Bila perekonomian AS benar-benar keluar dari resesi, lanjutnya, ekspansi perekonomian nasional akan berkelanjutan. Pasar saham kita pasti akan meresponsnya dengan positif. selengkapnya...

Investasi Butuh Rp 1.631 Triliun

Ada Tujuh Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mendorong pertumbuhan investasi 6,3 persen pada tahun 2010, dibutuhkan dana Rp 1.631 triliun. Sumber dananya diharapkan dari swasta, baik domestik maupun luar negeri, yakni Rp 450 triliun atau 27,59 persen dari total kebutuhan. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Senin kemarin.

Pemerintah mencatat, ada tujuh sumber pertumbuhan investasi 2010.

Pertama, anggaran belanja modal pemerintah senilai Rp 198 triliun. Kedua, anggaran belanja modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 182 triliun. Ketiga, kucuran kredit dari perbankan nasional Rp 297 triliun. Keempat, laba ditahan dari perusahaan yang diharapkan mencapai Rp 153 triliun. Kelima, pasar modal Rp 188 triliun. Keenam, penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri Rp 450 triliun. Ketujuh, sumber investasi lainnya, antara lain dari investasi rumah tangga Rp 162 triliun. selengkapnya...

Indonesia Punya Peluang Emas

FTA ASEAN-CHINA

Kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China seharusnya bisa menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk memasuki pasar China. Kesepakatan perdagangan bebas itu dilaksanakan mulai Januari 2010. Menurut Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue, dengan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) itu, bea masuk untuk lebih dari 7.000 komoditas akan diturunkan menjadi nol persen.

Dalam Forum Ekonomi China-Indonesia di Jakarta, Senin kemarin, yang dihadiri delegasi China yang terdiri dari 100 pengusaha dan 20 pejabat pemerintahan China, dipimpin Gubernur Provinsi Henan Guo Gengmao, Zhang mengatakan kalau hal tersebut akan sangat membantu komoditas Indonesia untuk mengakses pasar China.

Dalam kesempatan itu ditandatangani kesepakatan kerja sama keilmuan dan teknologi antara Departemen Perindustrian dan Provinsi Henan. Kerja sama itu antara PT Mandan Steel dan Zhengzhou Yongtong Steel, dengan nilai investasi 64 juta dollar AS. Saat krisis ekonomi dunia, ekonomi China dan Indonesia tetap tumbuh positif. Zhang mengatakan, ini merupakan titik terang untuk memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.

Tahun 2008 nilai perdagangan Indonesia-China mencapai 31,5 miliar dolar AS, tertinggi selama ini. Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2010, yaitu 30 miliar dollar AS. selengkapnya...

Kegiatan ekspor di Priok terhambat Eksportir desak PNBP ekspor dihapus

Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami masalah dikalangan para pelaku eksportir dan importir yaitu masalah dalam kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan di pelabuhan Tanjung Priok terhambat sejak diberlakukannya peraturan Dirjen Bea dan Cukai No. P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor yang mengatur perubahan sistem baru kepabeanan untuk ekspor mulai 1 Agustus 2009 dan impor mulai 15 Agustus 2009. Untuk itu Kalangan eksportir mendesak Ditjen Bea dan Cukai segera membenahi aturan baru pembayaran PNBP yang menyebabkan kegiatan ekspor terhambat sejak 1 Agustus. Dalam hal ini menurut Ketua Umum Ikatan Eksportir Importir Indonesia (IEI) Amelia Achyar menyatakan banyak jadwal ekspor yang terkena blokir di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok akibat belum melunasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan karena itu banyak para pelaku usaha yang mengalami kerugian, karena tertundanya pembayaran PNBP. Sejak 1 Agustus 2009, pengajuan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) tidak bisa diproses di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai apabila PNBP ekspor belum dilunasi padahal sebelum aturan itu di tetapkan pembayaran melunasi PNBP secara berkala yang diakumulasikan setiap bulan atau setelah melakukan ekspor. dan dalam hal tertundanya pembayaran tersebut disebabkan juga karena ketidaksiapan petugas Bea dan Cukai Priok dalam menangani registrasi dokumen ekspor yang diajukan oleh eksportir setiap hari karena penanganannya masih dilakukan secara manual di kantor Bea dan Cukai. Walaupun pelunasan PNBP dilakukan oleh satu bank yang ditunjuk Bea dan Cukai yaitu Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok.tetapi seharusnya eksportir tidak perlu lagi melakukan registrasi dokumen ekspor untuk memperoleh PEB di kantor Bea dan Cukai. Dengan adanya masalah tersebut sebetulnya pihak KPU Bea dan Cukai mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menambah loket pembayaran dan mulai 13 Agustus pembayaran juga dapat dilakukan di Bank BRI Tanjung Priok, Bank Bukopin Tanjung Priok, dan Bank BNI Tanjung Priok, KPU Bea dan Cukai Priok, dan JICT. selengkapnya...

Senin, 24 Agustus 2009

Ternyata, Mulai Usaha itu Gampang Ya !

Banyak dari kita pasti akan berpikir untuk memulai usaha sebagai bekal di masa depan. Tapi sayang, banyak dari kita yang masih ragu untuk memulainya. Sebagai pemula, tentu kita akan merasakan yang namanya takut tak punya modal. Merasa takut bila nanti usahanya tidak berhasil atau gagal di tengah jalan, hingga kendala banyaknya pesaing yang memiliki jenis usaha serupa dengan yang akan Anda bangun.

Sebaiknya, pikiran tersebut Anda buang jauh-jauh. Master Licensee dari ActionCoach Herman Susanto mengungkapkan bila hal-hal tersebut selalu terpatri dan menjadi kendala bagi Anda, maka dipastikan bisnis Anda tidak akan pernah terwujud hingga tua menjelang.

Menurutnya, jangan pernah melakukan atau mem-propose sesuatu hal apabila Anda tidak yakin. Maka dari itu, kepercayaan diri itu sebenarnya adalah modal paling utama dalam memulai bisnis. Oleh karena itu, Herman membagi ilmunya bagaimana agar Anda bisa memulai bisnis tanpa harus merasa ragu: baca selengkapnya

BI anggap bank swasta pasif Regulasi perbankan tidak setara

Dalam penyaluran kredit untuk sector riil menurut Bank Indonesia masih didominasi oleh bank pemerintah dan bank daerah dan menilai kelompok bank swasta tidak aktif dalam menyalurkan kredit meski pundi-pundi likuiditas meningkat hingga agustus. Untuk itu menurut Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah menyatakan lambannya ekspansi kredit bank swasta masih di cari oleh bank sentral sebabnya karena sejumlah alasan tidak relevan Walaupun dugaan terjadi sinyalemen tingginya persepsi risiko sehingga penyaluran kredit melambat tetapi menurutnya tidak berpengaruh, buktinya bank pemerintah masih ekspansi

Berdasarkan data Bank Indonesia hingga Juni 2009, kredit di luar penerusan perbankan hanya tumbuh sekitar Rp28 triliun atau 2,14% menjadi Rp1.335,4 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu Rp1.307,7 triliun.

Apabila ditambah dengan kredit penerusan, biasanya melalui bank perkreditan rakyat atau lembaga keuangan lain, total pembiayaan perbankan tumbuh 1,1% atau Rp15,3 triliun menjadi Rp1.368,9 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu Rp1.353,6 triliun. selengkapnya...

Margin Profit Terlalu Tinggi

Laba Bersih Bank Naik 27 Persen Per Juni 2009

Margin profit perbankan di Indonesia saat ini salah satu yang tertinggi di dunia. Margin profit harus ditekan bertahap agar bunga kredit bisa ditekan sehingga tidak terlalu memberatkan dunia usaha. Saat ini rata-rata margin profit perbankan mencapai 42,5 persen dari harga kredit yang ditawarkan perbankan. Tingginya margin profit ini menjadi salah satu alasan investor asing marak menanamkan investasinya di sektor perbankan nasional.

Margin profit adalah bagian terbesar pembentuk bunga kredit dibandingkan biaya dana, biaya operasional, dan premi risiko. Kondisi ini yang membuat perbankan tetap menikmati laba yang besar, meskipun penyaluran kreditnya anjlok. Data BI menyatakan, per Juni 2009 laba bersih perbankan Rp 23,3 triliun, naik 27 persen dibanding periode sama 2008. Padahal, penyaluran kredit semester I-2009 tumbuh 3 persen.

Menurut ekonom Dradjad Wibowo, margin profit yang tinggi dipakai perbankan untuk bantalan (buffer) terhadap risiko, mengingat banyak bank terlibat transaksi investasi keuangan yang berisiko tinggi. Bantalan itu, kata Dradjad, untuk menjaga kepercayaan nasabah, terutama deposan besar. Umumnya deposan besar persepsikan bank yang bantalannya minimal bank berisiko tinggi. Mereka akan memindahkan uangnya dari bank itu. selengkapnya...

Menurunkan Margin Profit

Bunga Deposito Maksimal 8 Persen

Upaya menurunkan suku bunga kredit seyogianya tidak hanya berhenti pada kesepakatan perbankan menurunkan biaya dana. Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah kesepakatan menurunkan margin profit, yang kini masih teramat tinggi. Ekonom Tony Prasetiantono Jumat di Jakarta menjelaskan, suku bunga kredit tidak akan turun signifikan jika perbankan tetap mempertahankan margin keuntungan yang tinggi.

Kesepakatan 15 bank nasional besar dan Asosiasi Bank Asing/Campuran menurunkan bunga deposito untuk nasabah besar diperkirakan hanya bisa sedikit menarik penurunan bunga kredit. Bunga kredit tetap akan tinggi dan sulit dijangkau sektor riil dan masyarakat. Menurut Tony, untuk menurunkan margin keuntungan, bank tentu harus menurunkan target labanya. Pemegang saham juga sebaiknya membebankan target profil yang rasional kepada manajeman bank. selengkapnya...

Kembalikan ke Konsep Perizinan

Kelautan dan Perikanan

Pengusahaan kawasan perairan sebaiknya kembali pada konsep perizinan, bukan pemberian hak. Oleh karena itu, rencana pemberian menetapkan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir kepada swasta perlu ditinjau lagi. Menurut Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor Arif Satria, di Jakarta pada hari Minggu, Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) berupa konsesi pengusahaan perairan dan pesisir kepada swasta kini belum teruji penerapannya di negara mana pun.

Dicontohkan, konsesi pengelolaan perairan yang berlaku di Jepang, misalnya, hanya diberikan kepada koperasi. Pemberian konsesi pengusahaan perairan kepada swasta berpotensi menuai ketidakaadilan perikanan. Oleh karena itu, pemberian konsesi pengusahaan perairan dan pesisir selayaknya tetap menggunakan mekanisme perizinan sehingga peran negara tetap dominan.

HP3 diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil. Dengan HP3, pemerintah akan memberi hak bagi orang, kelompok masyarakat, atau pengusaha untuk memanfaatkan sumber daya perairan pada areal tepi laut hingga jarak 12 mil dari pantai.

HP3 memberi peluang bagi privatisasi sumber daya pesisir selama 20 tahu, bahkan dapat diperpanjang dan dialihkan. Karena selama ini, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dilakukan dengan sistem perizinan. Dengan cara ini, peran negara relatif masih dominan dalam menentukan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil. selengkapnya...

Pertamina Ajukan Dua Syarat ke Konsumen

Proyek Senoro

PT Pertamina mengajukan dua syarat kepada konsumen domestik yang ingin membeli gas dari lapangan Senoro dan Matindok. Konsumen domestik tidak boleh meminta harga gas yang lebih murah daripada 6 dollar AS dan harus menyiapkan skema pendanaan untuk pembangunan kilang.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengemukakan hal itu seusai rapat membahas kelanjutan proyek Senoro, Kamis di Jakarta. Ia memaparkan bahwa harga gas yang dihasilkan dari lapangan Senoro dan Matindok tidak bisa diturunkan karena terkait perhitungan biaya investasi. Harga mati investasi tersebut senilai 1,7 miliar dollar AS. Kalau lebih rendah, lapangan menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan.

Syarat kedua, konsumen juga harus menyiapkan skema pendanaan untuk pembangunan kilang gas alam cair yang akan mengolah gas dari Senoro dan Matindok. Karen mengatakan, konsumen juga harus menyiapkan skema pendanaan yang sama baiknya dengan yang diperoleh konsorsium Pertamina dan Medco. Ia sudah memperoleh komitmen pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan tenor rendah untuk menjamin produksi gas selama 15 tahun.

Ia menegaskan, bukan hal mudah membiayai keseluruhan proyek gas yang menelan dana sekitar Rp 37 triliun itu. Proyek gas alam cair Senoro di Sulawesi Tengah merupakan integrasi dari pengembangan gas dengan pembangunan kilang gas alam cair berkapasitas 2 juta ton. selengkapnya...

Sabtu, 22 Agustus 2009

Potensi Investasi Proyek Migas Rp 150 triliun

Industri Domestik

Industri dalam negeri sudah saatnya semakin menunjukkan kemampuan untuk berkontribusi dalam proyek hulu minyak dan gas. Setiap tahun potensi investasi proyek migas mencapai Rp 110 triliun hingga Rp 150 triliun. Kepala Badan Pengelola Migas R Priyono mengemukakan bahwa peluang yang sangat besar itu mesti direbut industri alat berat, permesinan, perkapalan, dan bangunan lepas pantai. Kegiatan hulu migas sangat kompleks, mulai dari kegiatan eksplorasi sampai produksi, khususnya kegiatan yang berada di daerah terpencil. Dia mengemukakan seusai penandatanganan nota kesepakatan antara Departemen Perindustrian dan Badan Pengelola Minyak dan Gas tentang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri di Pusat Pengembangan Industri Komatsu, Jakarta, Jumat.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BP Migas R Priyono, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, dan Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi dengan disaksikan Fahmi Idris. selengkapnya...

3 Miliar Dollar AS Dorong Migas

Pembengkakan Biaya yang Tidak Wajar

Biaya operasional kontraktor migas yang ditanggung pemerintah atau cost recovery membengkak dari 10,05 miliar dollar AS tahun 2009 menjadi 13,01 miliar dollar AS tahun 2010. Kenaikan biaya hampir 3 miliar dollar AS diharapkan bisa mendorong produksi migas. Hal itu disampaikan dalam lampiran Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPR terhadap Rancangan Undang-Undang APBN 2010 beserta Nota Keuangannya oleh Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Kamis.

Proporsi cost recovery tergolong signifikan karena bisa mencapai 21-24 persen terhadap penerimaan kotor. Pada periode 2005-2008, nilai cost recovery cenderung meningkat seiring upaya peningkatan produksi miyak gas siap jual atau lifting.

Tahun 2009, DPR dan pemerintah menyepakati target maksimal cost recovery yang dapat dibebankan ke APBN adalah 11.05 miliar dollar AS untuk mendapatkan lifting 960.000 barrel per hari. Namun, Panitia Anggaran DPR menekan pemerintah agar cost recovery dipangkas sekitar 1 miliar dollar AS menjadi 10,05 miliar dollar AS dengan menyisir biaya-biaya yang benar-benar bisa diklaim kepada pemerintah. Meski dipangkas, target produksinya tetap sama, yakni 960.000 barrel minyak per hari dan produksi gas 7.526 juta metric British termal unit (million metric British thermal unit/mmbtu). selengkapnya...

Revisi API sentuh modal minimal Tambahan ekuitas lebih baik sesuai kebutuhan ekspansi

Pemodalan perbankan harus di tinjau kembali untuk itu Rencana revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) akan mengubah kewajiban modal minimal guna memperkuat fundamental dalam rangka intermediasi. Saat ini modal inti minimal bank Rp80 miliar dan pada 2010 naik jadi Rp100 miliar.


Menurut Peneliti Utama Senior Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Zainal Abidin mengatakan bank sentral sedang meninjau ketentuan modal minimum perbankan, Adapun bisa dipastikan modal minimal tidak akan turun dalam konsep API tetap memakai enam pilar. Dalam rencana revisi tersebut konsep itu lebih menekankan konsolidasi perbankan dengan acuan modal minimum saat ini Rp80 miliar. Untuk itu rencana perubahan API lebih menekankan permodalan karena berfungsi untuk memperkuat fundamental perbankan dan meningkatkan fungsi intermediasi kepada sektor riil. Untuk itu kalau modal bank itu kecil, maka kemampuan untuk menyerap resiko juga kecil apalagi disaat prtumbuhan ekonomi sekarang ini dimana volume perekonomian semakin besar, maka bank yang modalnya kecil tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi,
peningkatan modal tidak harus mengundang investor strategis. Zainal meyakini pemilik bank mempunyai dana yang cukup untuk menambah modal. Dalam pilar API tidak akan di revisi secara signifikan, tetapi hanya akan dipertajam fungsi dan sasarannya. Sejumlah kalangan sebelumnya mengkritik kebijakan untuk memenuhi modal minimal sebesar Rp100 miliar pada 2010 hanya akan mendorong perbankan nasional dilepas ke tangan asing. selengkapnya...

Solusi bunga ditemukan BI siapkan sanksi bagi bank bandel

Dalam rencana penurunan suku bunga kredit telah menemukan titik terang dimana kurang lebih 14 bank papan atas telah membuat kesepakatan perjanjian tertulis dalam kurun waktu 3 bulan ke depan akan memangkas bunga spesial deposito hingga di kisaran BI Rate guna mendorong penurunan bunga kredit. Megenai kesepakatan tersebut di dukung oleh kelompok bank asing dan campuran dan bank Indonesia pun ikut andil dalam pengawasan serta siap memberikan sanksi jika ada pihak yang tidak mematuhi atau tidak memenuhi komitmennya, komiten ini di buat kemarin, setelah sebelumnya secara marathon dilakukan rapat koordinasi antara bank Indonesia, legislatif, pelaku industri perbankan dan pemerintah.

Menurut Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution belum turunnya suku bunga kredit disebabkan karena biaya dana (cost of fund) masih tinggi, untuk itu agar rendah mereka sepakat agar cost of fund (rendah), bunga deposito dibuat ikut menurun seperti BI Rate, dan memang tidak sekaligus, ada masa peralihan beberapa bulan ini terjadi pada Bi Rate tahun lalu 9,5% menjadi 6,5%, dalam hal permasalahan ini bank sentral berperan sebagai pengawas, setelah kesepakatan itu direalisasikan oleh bank papan atas dan BI akan melakukan pengawasan secara rutin dalam kurun waktu 3 bulan ke depan. Dn apabila terdapat yang melanggar ari kesepakatan itu bank sentral siap memberikan sanksi.selengkapnya...

Jumat, 21 Agustus 2009

3 Miliar Dollar AS Dorong Migas

Pembengkakan Biaya yang Tidak Wajar

Biaya operasional kontraktor migas yang ditanggung pemerintah atau cost recovery membengkak dari 10,05 miliar dollar AS tahun 2009 menjadi 13,01 miliar dollar AS tahun 2010. Kenaikan biaya hampir 3 miliar dollar AS diharapkan bisa mendorong produksi migas. Hal itu disampaikan dalam lampiran Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPR terhadap Rancangan Undang-Undang APBN 2010 beserta Nota Keuangannya oleh Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Kamis.

Proporsi cost recovery tergolong signifikan karena bisa mencapai 21-24 persen terhadap penerimaan kotor. Pada periode 2005-2008, nilai cost recovery cenderung meningkat seiring upaya peningkatan produksi miyak gas siap jual atau lifting.

Tahun 2009, DPR dan pemerintah menyepakati target maksimal cost recovery yang dapat dibebankan ke APBN adalah 11.05 miliar dollar AS untuk mendapatkan lifting 960.000 barrel per hari. Namun, Panitia Anggaran DPR menekan pemerintah agar cost recovery dipangkas sekitar 1 miliar dollar AS menjadi 10,05 miliar dollar AS dengan menyisir biaya-biaya yang benar-benar bisa diklaim kepada pemerintah. Meski dipangkas, target produksinya tetap sama, yakni 960.000 barrel minyak per hari dan produksi gas 7.526 juta metric British termal unit (million metric British thermal unit/mmbtu). selengkapnya...

Bank Janjikan Bunga Normal

Lima belas bank nasional besar serta Asosiasi Bank Campuran dan Asing bersepakat untuk menurunkan suku bunga deposito bagi deposan besar secara bertahap hingga mendekati suku bunga acuan atau BI Rate dalam tiga bulan ke depan. Ketua Umum Perhimpunan Bank Milik Negara (Himbara) Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis kemarin mengharapkan, semua bank di Indonesia bisa mendukung upaya ini.

Bank-bank sepakat bersama-sama mengatur suku bunga karena dalam enam bulan terakhir mekanisme pasar tidak mampu menormalkan pergerakan suku bunga deposito dan kredit.

Dalam beberapa bulan terakhir, bank takut menurunkan bunga deposito karena khawatir deposan besarnya berpindah ke bank lain yang menawarkan bunga lebih tinggi. Akibatnya, suku bunga deposito untuk deposan besar tetap tinggi rata-rata sekitar 10 persen per tahun. Padahal, BI Rate terus menurun dan kini berada di level 6,5 persen.

Kondisi ini sebenarnya menyiksa bank karena biaya dana menjadi mahal. Namun, dalam situasi pasar keuangan yang belum pulih seperti sekarang, bank memang lebih memprioritaskan likuiditas. Meskipun persoalannya sepele, dampaknya sangat negatif bagi perekonomian. Potensi pemulihan ekonomi yang lebih cepat hilang gara-gara bunga kredit sangat tinggi, sekitar 13-14 persen, sementara inflasi hanya 2,71 persen. selengkapnya...

Solusi bunga ditemukan BI siapkan sanksi bagi bank bandel

Dalam rencana penurunan suku bunga kredit telah menemukan titik terang dimana kurang lebih 14 bank papan atas telah membuat kesepakatan perjanjian tertulis dalam kurun waktu 3 bulan ke depan akan memangkas bunga spesial deposito hingga di kisaran BI Rate guna mendorong penurunan bunga kredit. Megenai kesepakatan tersebut di dukung oleh kelompok bank asing dan campuran dan bank Indonesia pun ikut andil dalam pengawasan serta siap memberikan sanksi jika ada pihak yang tidak mematuhi atau tidak memenuhi komitmennya, komiten ini di buat kemarin, setelah sebelumnya secara marathon dilakukan rapat koordinasi antara bank Indonesia, legislatif, pelaku industri perbankan dan pemerintah.


Menurut Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution belum turunnya suku bunga kredit disebabkan karena biaya dana (cost of fund) masih tinggi, untuk itu agar rendah mereka sepakat agar cost of fund (rendah), bunga deposito dibuat ikut menurun seperti BI Rate, dan memang tidak sekaligus, ada masa peralihan beberapa bulan ini terjadi pada Bi Rate tahun lalu 9,5% menjadi 6,5%, dalam hal permasalahan ini bank sentral berperan sebagai pengawas, setelah kesepakatan itu direalisasikan oleh bank papan atas dan BI akan melakukan pengawasan secara rutin dalam kurun waktu 3 bulan ke depan. Dn apabila terdapat yang melanggar ari kesepakatan itu bank sentral siap memberikan sanksi. selengkapnya...

Kamis, 20 Agustus 2009

Cadangan Beras Tidak Cukup

Dirut Bulog: Masyarakat Tidak Perlu Panik

Cadangan beras pemerintah tahun 2009 diperkirakan tidak akan cukup memenuhi peningkatan permintaan beras akibat fenomena kekeringan El Nino. Bulog juga bakal kesulitan membeli beras pada panen 2010 akibat terganggunya musim tanam padi 2009/2010. Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam keterangan pers, Rabu di Jakarta, mengungkapkan, saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog adalah 345.000 ton.

Dengan tambahan anggaran Rp 1 triliun, volume CBP akan bertambah 181.000 ton menjadi 526.000 ton. Adapun penggunaan beras dari CBP pada musim paceklik pada akhir tahun 2009 sebagai dampak El Nino diperkirakan 200.000 ton.

Dampak El Nino diperkirakan akan terjadi sejak Januari-Maret 2010. Total penyerapan CBP yang diperlukan pada awal dan akhir tahun 2010 sebanyak 450.000 ton. Adapun sisa CBP pada akhir 2009 hanya 326.000 ton sehingga terjadi defisit CBP sebanyak 124.000 ton. Meskipun CBP tidak mencukupi, Bulog masih bisa memanfaatkan beras untuk rakyat miskin sebagai peredam bila terjadi bencana alam pada 2010...selengkapnya...

Dagang pasca-EPA malah turun

Dalam perjanjian yang dilakukan Indonesia dan Jepang pascaimpelementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia Jepang (IJ-EPA) ternyata tidak berpengaruh signifikan dalam neraca perdagangan kedua negara. Dari data yang ada sejak 1 juli 2008-Mei 2009, pada ekspor Indonesia ke Jepang mengalami penurunan yaitu dibawah US$22 miliardibandingkan dengan setahun sebelum IJ –EPA resmi ditetapkan hampir mencapai US$26 miliar.begitu juga dengan impornya , dalam anka tersebut sangat menggambarkan penurunan nilai ekspor Indonesia ke Jepang. Sejalannya engan penurunan volume ekspor ke negeri sakura tersebut dari yang sebelumnya hampir mencapai 70 miliar kg hingga hanya mencapai 51 kg.

Halida Miljani, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Kerjasama Internasional, mengatakan dari segi hubungan perdagangan, hubungan antara Indonesia dan Jepang memang tak banyak memengaruhi neraca perdagangan disebabkan krisis global yang tidak hanya memukul negara-negara di Amerika dan Eropa, tetapi juga sebagian negara di Jepang, hampir semua memang lebih cenderung mengambil langkah pemangkasan impor, yang pada ujungnya ikut memangkas juga nilai ekspor dari negara yang selama ini mengekspor ke Jepang. Tetapi harus diakui pada ini belum terjadi peningkatan yang signifikan, tetapi harus kita pahami implementasi kerja sama tersebut dilakukan justru pada saat terjadi krisis global. selengkapnya

Ekspor Mebel Indonesia Butuh Promosi Agar Pulih

Perdagangan

Industri mebel dan kerajinan ASEAN masih mengalami keterpurukan karena pasar ekspor negara-negara di ASEAN rata-rata turun 35 persen. Krisis keuangan global yang terjadi menjadi pemicu penurunan daya beli, terutama di pasar Amerika dan Eropa.

Dari semua Negara, hanya Vietnam yang dapat menekan keterpurukannya. Indonesia masih membutuhkan kerja keras untuk keluar dari keterpurukan ini, baik melalui ajang promosi perdagangan berskala ekspor maupun berbagai konsolidasi yang membuat konsumen luar negeri kembali tertarik dengan produk Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Polah Tjahyono di Jakarta, Rabu, dalam persiapan Trade Expo Indonesia 2009, mengatakan, penurunan ekspor mebel dan kerajinan terungkap dalam pertemuan ASEAN Furniture pada akhir Juli lalu. Akibat krisis finansial global, Vietnam terpuruk sekitar 40 persen. Data ASEAN Furniture tahun 2008 menyebutkan, ekspor mebel dan kerajinan Vietnam tercatat sebesar 3,5 miliar dollar AS. Namun, Mei lalu, ekspornya sudah naik sehingga keterpurukan tinggal 15 persen...selengkapnya...

Pungutan bagi Warga Daerah Bertambah

UU Pajak

Pengesahan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah akan membuat warga daerah menghadapi pungutan yang lebih besar guna memenuhi pendapatan asli daerah. Pasalnya, kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah kini naik dari 50 persen menjadi 63 persen. Tidak hanya jenis pungutan yang bertambah, obyek pungutan yang boleh diambil juga meningkat. Namun, kini sebagian pajak pusat diserahkan ke daerah untuk mengisi PAD.

Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Selasa di Jakarta, dalam Sidang Paripurna DPR yang mengagendakan pengesahan RUU PDRD menjadi UU berujar kalau peranan kabuaten atau kota naik dari 7 persen menjadi 10 persen. Begitu juga secara nasional, kontribusi PAD naik dari 19 persen menjadi 24 persen terhadap akumulasi APBD. Itu setelah UU PDRD disahkan dan struktur PAD juga akan berubah.

Total anggaran belanja di 510 kabupaten atau kota plus 33 povinsi tahun 2009 mencapai Rp 429,328 triliun. Total pendapatan daerahnya Rp 381,47 triliun dan sebanyak Rp 284,84 triliun diantaranya berasal dari dana perimbangan yang ditransfer pemerintah pisat. Pendapatan asli daerah sendiri Rp 62,736 triliun, 16,44 persen dari total pendapatan daerah.selengkapnya

Setelah Liburan, IHSG Terkoreksi

Setelah menguat selama sepekan dan libur dalam rangka hari kemerdakaan Indonesia pada Senin lalu, indeks harga saham di dalam negeri terkoreksi tajam. Selain karena sudah menguat signifikan, koreksi itu dipengaruhi anjloknya harga saham di bursa regional dan Amerika Serikat serta turunnya harga minyak dunia.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 49,87 poin atau 2,09 persen ke level 2.336,98. Adapun Indeks LQ45 turun 10,918 poin atau 2,33 persen menjadi 456,81 dan Indeks Kompas100 turun 12,86 poin atau 2,21 peren menjadi 567,17.

Vice President Research dan Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, setelah mengalami penguatan sampai 76 persen terhitung sejak awal tahun lalu, indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia sudah saatnya mengalami koreksi. Menurut Nico, koreksi yang terjadi perdagangan kemarin juga dipengaruhi melemahnya sentiment investor global menyusul keluarnya sejumlah data perekonomian Amerika Serikat yang kurang memuaskan, antara lain merosotnya penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen. selengkapnya

Rabu, 19 Agustus 2009

Saham pilihan: UNSP, BBNI, dan TLKM

Hari ini indeks diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas menguji resistance 2.360. Saham pilihan UNSP, BBNI, dan TLKM.

Trimegah Securities menyatakan posisi penutupan IHSG di bawah support 2.340 adalah sebuah sinyal bearish. Namun, dalam 2 minggu terakhir IHSG sudah dua kali memberikan sinyal bearish yang palsu, sehingga sebaiknya pelaku pasar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. IHSG hari ini diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran 2.300-2.365.

Panin Sekuritas menyatakan IHSG kemarin turun 2,09% menyusul melemahnya bursa regional saat libur hari kemerdekaan. Bursa regional Asia terlihat mulai rebound kemarin. Hari ini kami perkirakan indeks bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 2.320-2.350.

Erdikha Sekuritas menyatakan kemarin, indeks melemah akibat akumulasi pelemahan indeks regional pada Senin. Namun, indeks rebound begitu menyentuh level support 2.297, walaupun tetap ditutup melemah 2%. Adanya perlawanan di level support menyebabkan indeks berpotensi menguat menguji resistance 2.360. Saham pilihan UNSP, BBNI, dan TLKM. baca selengkapnya...

Pertamina Pakai Kapal Indonesia

Saat-saat seperti ini Pertamina mulai mengalihkan penyewaan 47 kapal asing ke dalam negeri untuk memenuhi ketentuan asas cabotage (kewajiban muatan dalam negeri diangkut oleh kapal dan tongkang berbendera Indonesia) dan diperkirakan dapat menghemat biaya sewa sebesar 1,917 juta dollar AS. Lumayan juga buat penghematan.

Kesemua kapal itu telah menyelesaikan proses perpanjangan sewa, proses lelang, dan jadwal kontar yang selesai. semuanya proses tersebut akan selesai akhir tahun ini untuk semua kapal pengangkut.

Biaya penyewaan kapal tahun ini yang mengalami penghematan mencapai 1,917 juta dolar AS digunakan untuk penyewaan kapal tahun ini. Selain memperbaiki sistem sewa kapal, Pertamina juga akan membangun amada pengangkutannya sendiri.

Keterangan lebih lengkap tetang berita bisnis Pertamina yang mengalami penghematan dalam penyewaan kapal bisa langsung ke sini

BISNIS-27 menguat tipis

Indeks BISNIS-27 mengalami fluktuatif dalam sepekan kemarin yang pola yang sama dengan pecan sebelumnya, Indeks BISNIS-27 menguat tipis 0,95% ditutup pada level 213,76 pada akhir pekan dan mencapai level tertinggi yaitu 216,23 pada penutupan selasa. Adapun factor yang mempengaruhi pergerakan Indeks BISNIS-27 pada sepekan ini yaitu perkembangan positif data pengangguran di Amerika Serikat (AS) selama juli turun menjadi 9,4% dari juni 9,5%, dengan membaiknya ekonomi AS dapat mendorong investor global mengalihkan dananya ke emerging market yang berpeluang menghasilkan return lebih tinggi. Akibatnya, investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp241,4 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan pekan lalu.

Dengan naiknya optimisme pemodal asing juga didasarkan oleh sentiment yang positif pertumbuhan ekomomi dalam negeri pada triwulan II sekitar 4% meski melambat dari triwulan I sekitar 4,4% dalam sentiment tersebut berhasil mendongkrak Indeks BISNIS-27 pada awal pekan sekitar 1,49% ke level 214,9 dan dalam indeks BISNIS 27 pada perdagangan Rabu aksi ambil untung mewarnai pergerakannya dikarenakan harga saham yang cukup mahal, mendorong investor untuk merealisasikan gain. baca selengkapnya

Peluang China Investasi di Indonesia Lebih Luas

Investasi China ke Negara-negara ASEAN meningkat pada saat investasi Jepang dan Korea turun.

Investasi China di Indonesia diproyeksikan terus meningkat menyusul penandatanganan perjanjian investasi antara ASEAN dan China di Bangkok, pekan lalu. Pemerintah berharap investasi di sektor manufaktur lebih meningkat dan menyasar ke kawasan Indonesia Tengah dan Timur.

Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan dalam siaran pers yang diterima usai menandatangani perjanjian investasi di Bangkok mengatakan Indonesia berpotensi menarik investasi luar negeri (foreign direct investment) dengan perjanjian investasi ASEAN-China. Karena negara tersebut merupakan satu dari sedikit Negara di dunia yang saat ini masih menyimpan dana cash, bahkan China adalah yang terbesar. Perjanjian ini jelas membuka kesempatan bagi ASEAN dan Indonesia untuk menarik modal dari China di saat Negara ini memosisikan dirinya sebagai pemain ekonomi dunia baru.baca selengkapnya...

Selasa, 18 Agustus 2009

APBN Aman Meski Harga Minyak US$70

Sudah tahu kabar baru tentang harga minyak mentah dunia saat ini ? Menurut data yang ada, saat ini harga minyak mentah sudah naik menjadi US$70. Tapi jangan kuatir karena APBN masih tetap ditempat yang aman.

Kenaikan harga minyak saat ini belum berpengaruh sedikitpun terhadap besaran subsidi APBN-P 2009 karena saat ini harga yang dipakai rata-rata selama setahun bukan harga saat ini. Berkaitan dengan harga minyak F-PKS DPR juga mengingatkan pemerintah agar bersikap lebih realistis dalam menetapkan proyeksi.

Namun pengamatan perminyakan mengatakan bahwa kenaikan harga minyak saat ini bisa membebani pemerintah untuk menanggung sibsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia juga menyarankan kepada pemerintah untuk menetapkan asumsi harga minyak mentah di kisaran US$70 per barel.

Sampai saat ini APBN belum sedikitpun terganggu. Daripada berlama-lama, lebih baik langsung ke berita utamanya di sini.

Asosiasi bankir siap turunkan bunga

Bank Indonesia merencanakan untuk mengumpulkan para kalangan bankir membahas suku bunga saat ini suku bunga masih sangat tinggi, ini terlihat kesuliatan untuk memangkas suku bunga kredit dengan cepat mengikuti penurunan BI Rate yang telah berkisar di level 6,5 %.

Ketua IBI menuturkan hal tersebut terjadi karena adanya sebagian besar bank yang masih menanggung beban biaya dana (cost of fund) tinggi. Itu membuat penurunan suku bunga pinjaman cenderung terlambat, tapi perbankan berusaha untuk menekan biaya untuk mempercepat penurunan bunga kredit.

Ikatan Bankir Indonesia (IBI) juga bisa embantu mendiskusikan suku bunga deposito ataupun kredit sebagai upaya mempercepat menurunan suku bunga. Karena ada yang menduga kalau selama ini bank-bank persero menjadi penahan bunga karena banyak BUMN meyimpan deposito dengan meminta bunga simpanan tinggi.

Masih banyak keterangan lain yang bisa membuat BUMN dan BI untuk nekerja sama menurunkan suku bunga saat ini. Daripada berlama-lama menanti jawaban dan kejelasanya, berita selengkapnya bisa langsung dilihat di link ini.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Kurangi Ketergantungan dan Hindari Eksploitasi

Ekonomi Syariah

Sistem perekonomian syariah bisa menjadi andalan bagi Negara-negara kaya sumber daya alam untuk menyejahterakan rakyat. Sistem ini dinilai lebih baik daripada kapitalis karena mampu menggerakkan sektor riil dan mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap pihak lain. Pendapat tersebut mencuat dalam seminar internasional “Ekonomi Syariah sebagai Solusi Krisis Ekonomi Global”, yang diselenggarakan Aqsa Working Group di Jakarta, Kamis.

Pakar ekonomi syariah dari Universitas Sana’a, Yaman, Hasan Tsabit Fahan, mengatakan, sistem kapitalis telah menciptakan ketergantungan terhadap pihak lain, baik ekonomi maupun politik. Hal ini tercermin saat krisis finansial melanda Amerika Serikat, bursa saham di berbagai negara turut anjlok. Sistem ekonomi Islam dapat menjadi solusi karena mampu menawarkan prinsip keadilan. Tidak ada eksploitasi terhadap salah satu pihak di antara dua pihak atau lebih, yang membuat kesepakatan bisnis. Keuntungan dalam sistem Islam adalah hak tiap investor yang sungguh-sungguh berupaya dan sanggup menghadapi tantangan. Oleh karena itu, investor dalam ekonomi Islam selalu berbagi dalam keuntungan dan kerugian.

baca selengkapnya...

Bank Besar Siap Bersepakat

Bunga KUR Sudah Saatnya Diturunkan

Bank-bank papan atas setuju atas usulan suku bunga deposito berjangka yang tidak boleh melampaui bunga penjaminan. Namun, kesepakatan harus diikuti semua bank. Direktur UMKM BRI Sulaiman Arif Arianto, Kamis di Jakarta kemarin menyampaikan semua bank tanpa terkecuali harus benar-benar menjalankan secara konsekuen kesepakatan itu sehingga tidak ada kemungkinan deposan lari dari satu bank ke bank lainnya.

Wakil Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, untuk menurunkan bunga kredit yang masih tinggi saat ini kuncinya memang bagaimana menurunkan bunga deposito. Jahja menambahkan, usulan untuk menurunkan bunga deposito hingga di bawah bunga wajar Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) jelas bisa dilaksanakan asalkan disepakati semua bank, termasuk cabang asing di Indonesia.

baca selengkapnya di sini

Jumat, 14 Agustus 2009

Depnakertrans Didesak Perhatikan Outsourcing

Pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) serta outsourcing kurang mendapatkan perlindungan hukum jika dibandingkan dengan pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Odie Hudiyanto dari Program Officer Labour Working Group saat melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Depnakertrans Jakarta, Jumat tadi menjelaskan bahwa tumpang tindih peraturan ketenagakerjaan dimanfaatkan pengusaha untuk mengurangi jaminan sosial para pekerja. Akibatnya, meningkatkan jumlah pengangguran dan perselisihan industrial.

Ikut hadir dalam pertemuan perwakilan dari beberapa serikat pekerja seperti Federasi BUMN Strategis, Federasi Serikat Pekerja Media Independen, Federasi Serikat Buruh Independen. Mereka diterima oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Jaminan Sosial Tenaga Kerja Depnakertrans Myra M Hanartati, Direktur Kelembagaan dan Permasyarakatan Hubungan Indutrial Andi Syahrul P, serta para pejabat Depnakertrans.

baca selengkapnya di sini

Ekonomi Indonesia Tak Boleh Tersandera Kapitalisme Global

Di dalam pidato kenegaraan di depan Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8) pagi, Presiden SBY mengungkapkan paradigma dan strategi pembangunan ekonomi Indonesia. Paradigma dan strategi pembangunan ekonomi pada intinya adalah ekonomi Indonesia tidak boleh terjerat kapitalisme global. Menurut Presiden, pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang harus lebih memajukan pendekatan sumber daya, pengetahuan, dan budaya yang dimiliki. Karena pertumbuhan ekonomi yang kita pilih dan anut adalah pertumbuhan disertai pemerataan, growth with equity, agar benar-benar membawa rasa adil.

baca selengkapnya di sini

Hadiah dan Sanksi bagi Daerah

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Segera Diterapkan

Pemerintah akan memberikan penghargaan atau hadiah dan sanksi atas kinerja pengelolaan keuangan daerah. Mekanisme penghargaan dan sanksi bagi daerah guna memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan ini diatur dalam Undang-Undang APBN 2010. Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hal itu sesuai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Ketua dan Anggota Badan Pemeriksa keuangan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menegaskan, untuk mendorong perbaikan pengelolaan keuangan daerah, pemerintah akan menyusun mekanisme pemberian penghargaan dan sanksi. Menurut Menkeu, DPR telah memberikan dukungan kepada pemerintah untuk menerapkan mekanisme tersebut. Panitia anggaran DPR juga telah meminta pemerintah memformulasikan mekanisme penghargaan dan sanksi tersebut.

Menkeu mengatakan, pada APBN-Perubahan 2009 telah dinyatakan agar pemerintah menjalankan mekanisme tersebut untuk kementerian/lembaga Negara dan pemerintah daerah yang tidak berhasil menjalankan stimulus perekonomian. Mekanisme sejenis itu sedang dibahas pemerintah dan DPR untuk dituangkan dalam APBN 2010. Menkeu berujar saat ini memformulasikan bentuk reward and punishment ini untuk dituangkan dalam UU APBN 2010. Jika memang pengelolaan keuangannya bagus, kementerian/lembaga dan pemda bisa mendapatkan pernghargaan yang sifatnya langsung dan nyata. Kalau tidak baik ada konsekuensinya. Dengan begitu, APBN 2010 betul-betul bisa efektif berjalan.

baca selengkapnya di sini

Bapepam Butuh Kewenangan Lebih Luas

Pasar Modal

Kewenangan Badan Pengawas Pasar modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dinilai masih belum cukup kuat untuk menegakkan peraturan serta menindak para pelaku kecurangan di industri pasar modal. Bapepam-LK membutuhkan kewenangan yang lebih luas dari yang ada sekarang agar pelanggaran di pasar modal dapat ditekan. Hal itu disampaikan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany dalam acara “Memperingati 31 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia”, yang dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia, Rabu.

Fuad mengatakan, bila dibandingkan dengan kewenangan regulator pasar modal Negara lain, kewenangan yang dimiliki Bapepam-LK, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, relatif terbatas.

Hal itu antara lain, tampak dari tidak adanya kewenangan Bapepam-LK memeriksa rekening bank seorang pelaku pasar modal, yang diduga kuat melakukan pelanggaran. Fuad mengatakan, Securities and Exchange Commicion Amerika Serikat bisa memeriksa rekening siapa saja setiap saat. Dan hal itu membuat mereka bisa dengan leluasa memeriksa dan menindak pelaku kecurangan di pasar modal, seperti kasus naked short selling, pencucian uang, atau perdagangan orang dalam.

baca selengkapnya di sini

Kamis, 13 Agustus 2009

Konsorsium BUMN Beli Newmont

PT Newmontn Nusa Tenggara dalam menjual saham nya sebesar 14% menimbulkan beberapa yang ingin memiliki saham diperusahaan itu, disaat Konsurium Beberapa usaha BUMN dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kini di tambah pemda Nusa Tenggara ingin diberi kesempatan untuk memiliki saham hak pemerintah meskipun telah memiliki porsi 10% saham perusahaan tambang, Dalam Pembelian saham PT Newmon Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Belum Menyebutkan BUMN yang di tunjuk pemerintah untuk mengambil saham tersebut karena harus berkoordinasi dengan pemda tetapi sudah ada arah yang ditunjuk walaupun belum pasti yakni PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

Menurut Sri Mulyani, pemerintah dalam membeli saham itu pada posisi memberikan kebaikan yang maksimal bagi kepentingan negara dan daerah.dan ia akan mencarikan formulasinya

Dalam konsorsium BUMN yang mengambil saham Newmont juga diungkapkan Meneg BUMN Sofyan A. Djalil seusai rapat di Sekretariat Negara kemarin. BUMN, menurutnya sangat puas dengan keputusan pemerintah soal pembelian 14% saham divestasi itu.

baca selengkapnya di sini

Perdagangan bebas Asean-India berlaku awal 2010 India turunkan bea masuk sebanyak 3.289 pos tarif

Asean-India Free Trade Agreement (AIFTA) melakukan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani saat pertemuan menteri ekonomi Asean di Bangkok dan mulai berlaku mulai awal tahun 2010.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan India berkomitmen untuk menurunkan tarif bea masuk sebesar 79,35% pos tarif atau sekitar 3.289 pos tarif untuk kategori tarif normal (normal track). India secara bertahap akan menurunkan bea masuk atas CPO dan RPO masing-masing 80% dan 90% menjadi 37,5% dan 45% selama 2010-2019.

Sementara itu, Indonesia berkomitmen menurunkan tarif bea masuk sebesar 42,5% atau 1.995 pos tarif untuk normal track. Batu bara sebagai komoditas utama Indonesia ke pasar India juga akan menikmati bea masuk 0% pada awal 2013. Negosiasi kerja sama tersebut telah dimulai sejak 2005 Mendag menuturkan dalam kerja sama AIFTA, Malaysia menjadi koordinator yang melakukan studi kelayakan sebelumnya.

Kerja sama ini akan mendapatkan keuntungan yang cukup jelas, Contohnya, AIFTA membuka peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia untuk produk lainnya seperti daging, kacang mete, produk perikanan, susu, mentega, telur, produk hewani, sayuran, buah-buahan, kopi, teh, rempah-rempahan, biji-bijian, lemak dan minyak nabati dan produk lainnya. karena jumlah penduduk India dan Asean mencapai 1,8 miliar sehingga menjadi pasar yang potensial.

baca selengkapnya di sini