Rabu, 30 September 2009

BI Rate Diprediksi Bertahan 6,5%

Sejumlah ekonom berkeyakinan suku bunga acuan bank sentral (BI Rate) akan tertahan di level 6,5% sampai dengan akhir tahun ini menyusul tren inflasi yang mulai meningkat.

Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Eric Sugandi mengatakan suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan akan stagnan di level 6,5% sampai dengan akhir 2009 karena inflasi mulai merayap dan diperkirakan bergerak di kisaran 4%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang membaik itu akan meningkatkan konsumsi di dalam negeri terutama setelah proyek infrastruktur pemerintah. selengkapnya...

Nasabah Bakrie Life Tuntut Pelunasan Sebelum 31 Desember

Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menuntut pembayaran dana tunai atas uang pokok dan manfaat investasi Diamond Investa selambat-lambatnya 31 Desember 2009. Mereka menolak tawaran Bakrie Life menegosiasikan penjadwalan pembayaran setelah perseroan mendapatkan dana dari Medium Structures Notes (MSN) senilai Rp500 miliar.

Nasabah Bakrie Life menilai pernyataan resmi dari perseroan mengenai penerbitan MSN oleh Bakrie Capital itu bukan solusi, tetapi sekadar penundaan pembayaran hak nasabah. Jika permintaan nasabah tidak diluluskan, mereka tidak segan menempuh jalur hukum. selengkapnya...

Century Tanggung Jawab KSSK

DPR mendesak Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK) bertanggung jawab atas proses pengambilalihan PT Bank Century Tbk oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga mengakibatkan pengucuran dana talangan sebesar Rp6,7 triliun.

Hasil sementara audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus dana talangan Rp6,7 triliun ke Bank Century mengungkap dugaan tidak validnya data yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada KSSK. Data BI tersebut menjadi rujukan KSSK dalam memutuskan pengambilalihan Bank Century oleh LPS. Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafiz Zawawi kemarin mengatakan, kalau keputusan untuk melakukan bailout adalah keputusan tidak berdasarkan data yang valid, sehingga perlu dicari tahu apa yang salah di BI dan KSSK yang terlalu gegabah dalam mengambil kebijakan. selengkapnya...

Selasa, 29 September 2009

Daftar Kenaikan Tarif Tol Mulai Hari Ini

Pada 28 September 2009 Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum akhirnya memberlakukan kenaikan tarif tol, untuk 10 ruas tol. Dan ruas-ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif, yaitu Jakarta-Bogor-Ciawi (59 km) untuk tarif terjauh golongan I berubah dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, Dalam Kota Jakarta (23,55 km) dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, Jakarta-Tangerang (33 km) dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000, Padalarang-Cileunyi (64,4 km) dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.500, dan Palimanan-Kanci (26,3 km) dari Rp 7.000-Rp 8.000. Adapun Semarang Seksi A,B, dan C (24,75 km) dari Rp 1.500 tetap Rp 1.500. Serta ruas lainnya yaitu Surabaya-Gempol (49 km) dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000, Belawan-Medan-Tanjung Morawa (42,7 km) dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000, Surabaya-Gresik (20,7 km) dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 dan Tangerang-Merak (73 km) dari Rp 18.000 menjadi Rp 28.500. selengkapnya...

G-20 Jangan Berpuas Diri

Dalam pertemuan kelompok 20 mungkin kali ini dapat melegakan dan terkesan misi sudah terselesaikan. Para pemimpin dari negara maju dan berkembang yakin telah meraih sukses menangani krisis finansial global dan resesi. Namun, kesepakatan masih harus diimplementasikan.

Menurut mantan ekonom Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Simon Johnson, saat ini peneliti senior pada Peterson Institute for International Economics di Washington, mengungkapkan masih ada sederetan potensi masalah yang dapat mengganggu kesepakatan, di antaranya adalah kerugian yang masih membengkak pada kredit perumahan di AS, perlunya ekapitalisasi perbankan Eropa, serta tingginya tingkat pengangguran di negara maju. Untuk itu hal-hal tersebut merupakan masalah yang berpotensi besar memundurkan hal yang sudah membaik. Jika ancaman itu benar-benar terjadi, tidak tertutup kemungkinan para pemimpin dipaksa mengubah lagi kebijakan yang sudah disepakati.

Para pemimpin G-20 menekankan siap mencegah pemburukan ekonomi. Namun, para pemimpin mungkin terlalu cepat merasa sukses. selengkapnya...

Ditjen Pajak Sisir 50 Sektor Usaha

Pemerintah siap deteksi industri yang setor pajaknya rendah

Direktorat Jenderal Pajak tengah menyiapkan benchmarking terhadap 50 sektor usaha tertentu yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan.

Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan benchmarking yang dilakukan hanya semata-mata untuk mendeteksi sektor usaha mana yang tidak patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Tapi Benchmark ini sebetulnya hanya sebagai alat pantau dini atau early warning. Jadi ini tidak semata-mata dijadikan alat koreksi. selengkapnya...

Investor Cermati Bursa Regional

Pemodal diduga masih mengambil posisi menunggu di luar pasar dan mencermati sentimen positif dari bursa regional untuk kembali masuk ke bursa (wait and see). Indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga masih tertekan, dan baru berbalik setelah bursa regional terangkat akibat sentimen positif jangka pendek.

Analis PT Intifikasa Securindo Yusuf Salim mengatakan IHSG masih bergerak dalam teritori negatif, dan berpotensi anjlok lebih dalam jika Dow Jones terkoreksi diikuti anjloknya bursa regional. selengkapnya...

IHSG Sesi Siang Terkoreksi 35 Poin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pertama perdagangan terpantau betah berada di jalur merah. Indeks ditutup kian melemah 35,922 poin atau setara 1,47 persen ke posisi 2.408,662.

Volume perdagangan tercatat 1,653 miliar senilai Rp1,125 triliun, dengan total transaksi 34.278 kali.
Sebanyak 48 saham terpantau menguat, 121 saham melemah, serta 48 saham diam di tempat, di Jakarta.

Sementara indeks LQ45 turut turun 8,862 poin ke level 469,474 dan
Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 9,047 ke posisi 388,151. Sektor perkebunan dan pertambangan terlihat mengalami koreksi paling dalam hingga penutupan siang ini. selengkapnya...

Senin, 28 September 2009

Kekecewaan Investor Tekan Emas

Emas mencatatkan penurunan harga mingguan terbesar sejak pertengahan Juli sebagai dampak kekecewaan investor karena logam mulia itu gagal memecahkan rekor harga yang baru. selengkapnya...

Transaksi Sepi, Minyak Dunia dan Dow Jones Anjlok

Pada senin 21 September 2009 nilai saham berjangka yang dibuka di bursa saham Wall Street, New York, mengalami pelemahan dengan nilai saham berjangka S&P 500 tercatat turun 0,6 persen, Dow Jones turun 0,5 persen dan Nasdaq 100 turun 0,7 persen. Sedangkan pada Jumat pekan lalu, Indeks Industrial Dow Jones naik 36,28 poin atau 0,37 persen serta ditutup pada 9.820,20. Indeks The Standard & Poor's 500 naik 2,81 poin atau 0,26 persen serta ditutup pada 1.068,30. Sedangkan Indeks Gabungan Nasdag naik 6,11 poin atau 0,29 persen serta ditutup pada 2.132,86. selengkapnya...

Unggul Indah Jajaki Kredit Bank

PT Unggul Indah Cahaya Tbk, produsen alkylbenzene, menjajaki beberapa opsi pendanaan eksternal untuk membiayai proyek properti anak usahanya PT Wiranusa Grahatama.

Sekretaris Perusahaan Unggul Indah Lily Setiadi mengatakan pemenuhan dana pengembangan proyek properti tersebut nantinya cenderung melalui kredit bank, dan bukannya penerbitan surat utang. Namun, ia masih belum mengetahui besarnya dana yang akan digunakan sehingga ia belum memutuskan untuk mengambil utang di bank yang mana.

Saat ini, aset properti Wiranusa di kawasan Gatot Subroto tersebut belum sepenuhnya dikembangkan dan baru hanya sebagian yang terpakai untuk apartemen Pearl Garden Resort.

Direktur Utama Unggul Indah Yani Alifen mengatakan perseroan tidak mengalokasikan belanja modal pada tahun ini, tetapi anak usahanya memerlukan pendanaan eksternal utuk mengembangkan kompleks apartemen Pearl Garden Resort di kawasan Gatot Subroto. selengkapnya...

Jumat, 18 September 2009

10 Tips Memulai dan Menjalankan Bisnis Kecil

Banyak literatur dan ahli bisnis yang mengingatkan bahwa modal uang bukanlah hal utama yang penting dalam memulai usaha. Namun sebuah tips dari www.smallbusiness.findlaw.com justru menempatkan masalah permodalan dalam bentuk uang pada tingkatan pertama yang harus diperhatikan dalam memulai dan menjalankan bisnis kecil. Berikut tips yang diberikan: selengkapnya...

Kamis, 17 September 2009

Pengawasan “Unit Link” Harus Diperketat

Selain kesalahan tata kelola manajemen, kasus gagal bayar perusahaan asuransi Bakrie Life kepada para nasabahnya juga dipicu oleh lemahnya pengawasan regulator terhadap penjualan produk investasi oleh asuransi. Pengawasan regulator terhadap penempatan dana investasi milik nasabah oleh asuransi juga masih sangat lemah. Menurut Pengamat Asuransi Eko B Supriyanto “Regulator seharusnya membuat persyaratan yang ketat dalam memberi izin perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk investasi. Ini harus dilakukan karena menyangkut dana masyarakat” Mengingat longgarnya pengawasan, peristiwa yang menimpah Bakrie Life bisa saja menimpa asuransi lain. Untuk itu para nasabah harus berhati-hati untuk mengivestasikan di perusahaan asuransi.. Seperti berita yang ada bakrie Life gagal membayar bunga serta pokok dana investasi nasabah yang jatuh tempo dengan total dana sekitar Rp 400 miliar. selengkapnya...

Jual Beli Listrik Lintas Negara Diperbolehkan

Saat disahkan Uandang-Undang Ketenagalistrikan para kalangan pengusaha menyambut positif. Adapun dapat membuka peluang swasta menyidiakan tenaga listrik, undang-undang ini mempebolehkan jual-beli tenaga listrik lintas negara.

Menurut Ketua Komite Kelistrikan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bakti S Luddin, Undang-undang ini mengandung unsur bebas, demokratis, dan terkendali, baik dalam penyediaan kelistrikan maupun tarif listrik. Dan diharapkan, dalm menyusun peraturan pemerintah terkait kelistrikan. Kadin dilibatkan agar kepentingan negara dan swasta terakomodasi.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjamin masuknya swasta dalam bisnis kelistrikan tidak meminggirkan peran PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam penyediaan tenaga listrik. Dan PLN mendapat prioritas pertama. Untuk wilayah yang belum mendapat layanan tenaga listrik, pemerintah pusat maupun daerah akan memberikan kesempatan kepada swasta sebagai penyelenggara usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi. Adapun semua kontrak atau izin yang dikeluarkan berdasarkan UU Ketenagalistrikan yang lama masih belaku sampai habis masa kontraknya. Masa transisi pemberlakuan UU Kelistrikan yang baru adalah dua tahun. Ini guna menghormati kontrak yang sudah dikeluarkan.

Terkait pembelian tenaga listrik lintas negara, yaitu syarat yang harus dipenuhi, antara lain, jika kebutuhan tenaga listrik belum terpenuhi, sebagai penunjang kebutuhan tenaga listrik setempat, tidak merugikan kepentingan negara dan bangsa terkait kedaulatan, keamanan, dan pembangunan ekonomi. Penjualan tenaga listrik lintas negara bisa dilakukan jika kebutuhan tenaga listrik setempat telah terpenuhi. Tidak mengganggu mutu dan keandalan. ”Tentunya harga jualnya tidak mengandung subsidi,” selengkapnya...

Peritel Daerah Nikmati Dampak Mudik

Penjualan dari toko modern di daerah mulai meningkat, sejalan dengan arus mudik yang terjadi sejak libur anak sekolah pada awal pekan ini. Penjualan di daerah terutama di Jawa akan mencapai puncaknya saat Lebaran hingga H+7. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pujianto.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Advokasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman juga mengatakan akan terjadi pergeseran sumbangan penjualan di daerah, sejalan dengan banyaknya warga di Jabodetabek mudik. Di berbagai daerah dilaporkan memang mulai terjadi peningkatan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.

Lonjakan jumlah pengunjung Pasar Baru Bandung kemarin menembus 110.000 orang, naik 120% dari rata-rata kunjungan normal 50.000 orang per hari. Sejumlah pusat perbelanjaan dan mal di Semarang pun terus dibanjiri pengunjung selama sepekan terakhir, dengan kenaikan 80%-100% dari kondisi normal. selengkapnya...

Singapore Airlines Gandeng Air India

Pada 15 September 2009, maskapai Singapore Airlines dan Air India menjalin kerjasama untuk para pelnggannya agar dapt menikmati pilihan yang lebih baik dan bernilai berkat kerjasama antara kedua maskapai tersebut. Dengan adanya kerjasama tersebut anggota frequent flyers dari kedua maskapai kini dapat menambah jumlah jarak tempuh dan juga menukar poin jarak tempuh mereka di Singapore Airlines dan Air India. Dengan demikian, anggota KriFlyer Singapore Airlines kini berkesempatan mendapat penambahan jarak tempuh, apabila mereka terbang dengan Air India. Poin jarak tempuh mereka juga dapat ditukar untuk penerbangan ke kota tujuan yang termasuk dalam jaringan maskapai India tersebut. Dan Sebaliknya, anggota program Flying Returns Air India akan menikmati kesempatan lebih luas untuk dapat menukarkan poin mereka di Singapore Airlines atau mendapatkan penambahan jarak tempuh saat terbang bersama Singapore Airlines.


Menurut Executive Vice President Marketing and the Regions Mr Huang Cheng Eng mengungkapkan seperti yang telah dijelaskan di atas pihaknya sangat senang dengan bergabungnya Air India sebagai Patner Singapore Airlines. Dan sebelumnya pihaknya telah memiliki 28 kerjasama serupa dengan maskapai lainnya. Singapore Airlines beroperasi 42 kali seminggu ke 6 destinasi di India. Dengan tambahan jadwal anak perusahaannya SilkAir, jaringan rute Singapore Airlines meliputi penerbangan ke 93 destinasi di 38 negara. selengkapanya...

Rabu, 16 September 2009

Importir Minta PIB tidak jadi Syarat Buku Manual

Importir telepon seluler (handphone) meminta pemerintah agar tidak perlu mencantumkan surat Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sebagai syarat mendaftarkan buku petunjuk manual, sehingga dapat dilakukan sebelum impor dilakukan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.19/M-DAG/ PER/5/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual Dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Telematika dan Elektronika, untuk mendaftarkan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan harus menyertakan PIB.

Ketua Asosiasi Pengusaha dan Importir Telepon Genggam (Aspiteg) Fajar Wijayako mengatakan persyaratan PIB membuat produk telepon genggam yang diimpor tidak dapat langsung dipasarkan, karena harus menunggu pendaftaran buku manual dan kartu garansi. selengkapnya...

Transaksi Saham Bakal Sepi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan masih akan tertekan setelah kemarin melorot 1,38 persen ke 2.383,702, didorong anjloknya sebagian bursa regional akibat aksi ambil untung (profit taking). selengkapnya...

Saham-saham Jepang Merah

Pada pergerakan harga saham-saham di Jepang dibuka melemah pada Senin (14/9), dengan indeks acuan Nikkei-225 turun 87,37 poin, atau 0,84 persen, menjadi 10.356,96 dalam menit-menit pertama perdagangan, menyusul penurunan di Wall Street akhir pekan lalu. karena pasar melakukan konsolidasi setelah "rally" lima hari meski berita korporasi umumnya positif.Setelah berputar dalam kisaran sempit antara wilayah positif dan negatif, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 22,07 poin (0,23 persen) menjadi berakhir pada 9.605,41.Indeks komposit saham teknologi Nasdaq turun 3,12 poin (0,15 persen) menjadi 2.080,90 dan ukuran pasar yang luas indeks Standard & Poor’s 500 menyusut 1,41 poin (0,14 persen) menjadi 1.042,73.

Menurut para analis Briefing.com dalam sebuah catatan kepada kliennya."Walaupun saham tergelincir untuk pertama kalinya dalam enam sesi, mengakhiri minggu ini dengan penampilan tidak mengesankan, saham masih bisa membukukan kenaikan mingguan terbaik mereka sejak Juli dengan kenaikan 2,6 persen dalam pekan perdagangan yang pendek," selengkapnya

4 Tips untuk Memulai Bisnis

Memulai bisnis memang seperti memulai mencari jodoh, gampang-gampang susah. Kalo terlalu nekad, gampang ditolak, kalo terlalu banyak mikir, keburu disambar orang. Dalam bisnispun, terlalu nekad, gampang bangkrutnya, kalo terlalu banyak mikir, keburu hilang momen di depan mata.

Sudah banyak buku-buku maupun artikel tentang bisnis ditulis orang, namun tetap saja seleksi alam berlaku. Dari 1000 pembaca, mungkin hanya 1-5% yang berhasil. Terlalu banyak teori juga memusingkan dan justru malah menghambat niat berbisnis kita. Namun jangan patah arang, kalau masih gagal, cobalah tips-tips untuk memulai bisnis yang sederhana berikut ini : selengkapnya...

Selasa, 15 September 2009

Bank Dunia: 2009, Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,3 Persen

Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 4,3 persen. Kenaikan pertumbuhan lebih banyak didorong oleh konsumsi domestik seiring pulihnya ekonomi Indonesia.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg mengatakan, saat ini, sebagian besar negara di dunia mulai pulih dari krisis keuangan global, termasuk juga ekonomi Indonesia. “Konsumsi domestik di Indonesia tetap kuat berkat belanja kampanye pemilihan umum dan peningkatan kinerja perdagangan,” Sedangkan menurut evaluasi Bank Dunia, belanja pemerintah akan mendukung perekonomian sepanjang akhir tahun. “Pasar domestik Indonesia yang besar, perekonomian yang kuat saat memasuki krisis, serta stimulus tepat waktu dari pemerintah dan BI telah menyelamatkan Indonesia dari krisis keuangan global,” Semua faktor itu telah meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mengatasi badai krisis pada posisi yang lebih baik ketimbang negara lain di Asia Tenggara. selengkapnya...

Dana Perbankan Susut

Dana pihak ketiga perbankan pada posisi Juli 2009 berkurang sebesar Rp17,7 triliun dari bulan sebelumnya yang sempat menembus Rp1.824,3 triliun atau turun 0,97% menjadi Rp1.806,6 triliun. Bankir menduga terjadi perpindahan dana ke instrumen pasar modal.

Penurunan paling besar terlihat dari dana berdenominasi rupiah yang melorot Rp16,4 triliun atau turun sebesar 1,07% dari posisi Juni Rp1.532,5 triliun menjadi Rp1.516,1 triliun. Untuk dana valuta asing juga berkurang Rp1,2 triliun menjadi Rp290,5 triliun dibandingkan dengan bulan sebelumnya Rp291,7 triliun. Sebenarnya, tren penurunan dana valas telah terjadi sejak posisi Maret 2009 yang sempat berada di level Rp309,9 triliun.

Penurunan dana pihak ketiga itu, otomatis membuat aset perbankan juga terkoreksi sebesar 0,97% dari pertumbuhan tertinggi pada Juni 2009 sebesar Rp2.354,3 triliun melorot Rp22,9 triliun menjadi Rp2.331,4 triliun. selengkapnya...

Batasi Kegiatan Bank Asing

Dalam dominasi bank-bank asing terhadap pangsa pasar perbankan nasional yang cenderung terus membesar tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan pembatasan kegiatan berjenjang atau multiple restricted license untuk bank asing.Untuk itu Bank Indonesia tak perlu takut terhadap tekanan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengingat semua negara juga menerapkan hal serupa sebagai upaya melindungi bank domestik.


Menurut Ketua Perhimpunan Bank Umum Milik Negara (Himbara) Agus Martowardojo Kebebasan yang diberikan bank asing terlampau bebas berbeda dengan perlakuan negara lain terhadap bank-bank milik investor Indonesia yang ingin berekspansi ke negara mereka. Untuk itu Bank Indonesia harus segera menerapkan asas resiprokal di industri perbankan nasional. Dan bak-bank umum yang dimiliki investor asing bisa melakukan kegiatan apa saja, seperti mulai dari menghimpun dana masyarakat sampai menyalurkan kredit mikro ke seluruh indonesia tidak di pungkiri para investor akhirnya banyak membeli bank domestik. Ditambah, margin keuntungan perbankan di Indonesia relatif lebih tinggi. Akibat situasi ini, pangsa pasar aset bank umum yang dikuasai asing makin dominan dari waktu ke waktu. Saat ini, pangsa pasar bank asing di Indonesia hampir mencapai 50 persen dari total aset perbankan nasional yang tercatat Rp 1.800 triliun. selengkapnya...

Bank Asing Terkena Asas Resiprokal

Bank Indonesia akan menerapkan asas resiprokal (timbal balik) melalui sejumlah aturan ketat terhadap bank-bank asing yang ekspansi besar-besar di dalam negeri. Kebijakan yang akan ditetapkan dalam revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tersebut bertujuan mendukung pertumbuhan perbankan nasional yang juga ingin ekspansi ke luar negeri.

Deputi Gubernur BI Muliaman Darmansyah Hadad menjelaskan kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap. BI juga sedang menyiapkan kebijakan yang akan mewajibkan bagi kantor cabang perbankan asing berbadan hukum Indonesia.

Dia menjelaskan salah satu poin revisi API nantinya adalah terkait dengan ekspansi perbankan nasional dengan perluasan jaringan ke luar negeri. Muliaman memaparkan pembenahan kondisi internal perbankan yang menjadi fokus utama sejak krisis keuangan 1998 sudah tuntas dan sekarang saatnya ekspansi ke luar negeri. Dan perbankan nasioanal juga sudah mulai mengembangkan cabang di luar negeri. selengkapnya...

Senin, 14 September 2009

Impor Telepon Genggam Turun 60%

Peraturan pemerintah yang terlalu ketat membuat Importir telepon genggam (seluler) mengeluh, sehingga impor produk tersebut hingga saat ini turun hingga 60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Importir Telepon Seluler (Aspiteg) Nadham Yusuf mengatakan untuk mendapatkan buku manual telepon seluler harus memiliki pemberitahuan impor barang (PIB).

Padahal, barang sebelum diimpor harus memiliki PIB terlebih dulu, tetapi juga untuk memiliki surat tersebut harus memiliki buku manual. Aturan impor ini ditata dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 19/2009 tentang Buku Manual. Menurut dia, ada sembilan peraturan yang memberatkan importir. selengkapnya...

India Ancam Safeguard Soda Api

Produk ekspor Indonesia berupa soda api cair terancam dikenai bea masuk (BM) tindakan safeguard India, setelah adanya tuduhan tersebut terhadap empat perusahaan Indonesia oleh Alkali Manufacturers Association of India (AMAI).

Perusahaan itu adalah PT Asahimas Chemicals, PT Sulfindo Adiusaha, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Volume ekspor empat perusahaan ini ditengarai melonjak dalam periode tertentu, sehingga menimbulkan ancaman kerugian serius bagi produsen di dalam negerinya.

Direktur Pengamanan Perdagangan Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Ernawati mengatakan negara petisioner menduga kerugian produsen dalam negerinya disebabkan oleh peningkatan impor produk tersebut dari beberapa negara eksportir. India, katanya, mengimpor soda api cair (caustic soda lye) dengan nomor HS. 2815 dari sejumlah negara, yakni China, Finlandia, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Indonesia. selengkapnya...

Ekspor Kakao Cenderung Naik

Kalangan eksportir nasional optimistis ekspor kakao hingga akhir tahun ini dapat menembus 400.000 ton, menyusul produksi nasional yang pada tahun ini diperkirakan mencapai di atas 600.000 ton.

Di sisi lain, dari segi nilai, harga kakao sepanjang tahun ini berada di atas US$2.600 per ton, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$2.300 per ton, sehingga ikut mendongkrak peningkatan nilai ekspor komoditas tersebut. Sekjen Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhefi Sikumban memprediksikan kalau ekspor pada tahun ini bisa naik menjadi 400.000 ton, atau pada kisaran 375.000 ton sampai 400.000 ton karena harga sedang membaik.

Menurut dia, selama 2008 harga kakao hanya berada pada kisaran US$2.200 per ton. Baru pada 2009, harga melejit pada posisi US$2.600 per ton. Sementara itu, untuk 2010, Zulhefi menargetkan volume ekspor akan naik menjadi 425.000 per ton. Kenaikan volume ekspor ini akan mengikuti produksi kakao secara nasional yang diperkirakan meningkat terus sepanjang tahun. selengkapnya...

7 Sikap yang Harus Dimiliki Agar Berhasil Dalam Usaha Rumahan

Ingin sukses buka usaha di rumah...?

Berikut ada tips dari kami untuk mewujudkan impian Anda bekerja di rumah, ada beberapa sikap yang harus Anda miliki selengkapnya...

Jumat, 11 September 2009

Pecahan Uang Kecil Rp 40 Miliar Disiapkan BNI

General Manager Divisi Operasional BNI Hemawati mengungkapkan menjelang Lebaran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyiapkan pecahan uang kecil sebanyak Rp40 miliar Walapun yang sebetulnya pihak bank BNI menginginkan Rp80 miliar. Jumlah tersebut, untuk uang pecahan kecil yakni pecahan di bawah Rp 20.000. Hal ini disebabkan permintaan tersebut meningkat sebesar 10 persen dan juga dipengaruhi oleh permintaan nasabah untuk melakukan penukaran uang dengan nominal Rp2.000 yang baru saja diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI). Untuk itu BNI telah menyiapkan uang Rp 2.000 yang siap di tukarkan sebanyak Rp 13,4 miliar dan jumlah ini meningkat dibandingkan pada periode Agustus yang hanya menukarkan uang tersebut sebanyak yang hanya menukarkan uang tersebut sebanyak Rp10,5 miliar dan setelah ditotal BNI telah menukarkan uang nominal pecahan Rp 2.000 ini sebanyak Rp23,9 miliar. selengkapnya...?

Perbankan Tambah Pasokan Uang Tunai

Untuk mengantisipasi meningkatnya transaksi keuangan di masyarakat selama bulan puasa dan Lebaran, perbankan menambah pasokan uang tunai 15-30 persen dari hari normal. Bank Mandiri Contohnya, menyiapkan uang tunai Rp 13,2 triliun atau rata-rata Rp 943 miliar per hari selama periode 7-23 September 2009. Pasokan tersebut meningkat 15 persen dibandingkan hari normal.

Menurut Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri Sasmita mengungkapkan Sebesar 70 persen dari jumlah itu akan didistribusikan melalui ATM, sedangkan sisanya melalui kantor cabang, Biasanya satu hari setelah lebaran, transaksi biasanya akan kembali normal. selengkapnya...

Kamis, 10 September 2009

Menjaga Bisnis Perbankan

Industri perbankan akan menjadi bisnis yang semakin kaku dengan berbagai aturan untuk menjadikan lembaga keuangan ini kokoh dalam menghadapi berbagai risiko bisnis yang mungkin dihadapi. Komite Basel menyetujui hasil keputusan G-20 untuk membentuk standar baru modal minimum bagi industri keuangan dunia.

Artinya, pemilik bank akan semakin dituntut untuk terus menaikkan jumlah dan kualitas aset yang ditahan dalam bentuk cadangan dan membatasi risiko usahanya. Sebagian besar cadangan harus dalam bentuk saham umum, laba ditahan, sementara kepemilikan saham terbuka.

Semua perubahan ini merupakan dampak dari terjadinya krisis finansial global yang telah merontokkan banyak lembaga keuangan dunia. Banyak negara tidak ingin industri perbankannya menjadi penyebab utama dari rontoknya perekonomian negara tersebut. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kekhawatiran yang berlebihan ini. Apakah kita wajib mengikuti kesepakatan internasional ini dan apa dampaknya. selengkapnya...

Utang Dikeluarkan dari Keuangan Negara

Kredit macet di bank-bank badan usaha milik negara akan diperlakukan sebagai utang swasta sehingga tidak lagi dianggap sebagai bagian dari keuangan negara. Dengan terobosan itu, diharapkan kredit macet di bank BUMN bisa segera direstrukturisasi. Langkah ini diawali dengan penghapusan kredit macet usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah masuk ke Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengungkapkan utang macet (nonperforming loan/NPL) berkolektibilitas lima pada bank-bank BUMN diperlakukan sama dengan swasta. Artinya, utang itu diperlakukan sebagai utang BUMN, bukan utang negara. Dalam jangka panjang, harus dirumuskan sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 40 Tahun 2007 atau UU BUMN Nomor 19 Tahun 2007 atau UU BUMN Nomor 10 Tahun 2003. Sedangkan, untuk jangka pendek tahun 2010, yang akan dihapus utang UMKM di PUPN terlebih dahulu. Untuk memperkecil kerugian, aset-aset yang menjadi agunan kredit akan dilelang oleh PUPN PUPN yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan.”Seluruh utang UMKM di PUPN harus dihapus tagih. Ini langkah awal sebelum keputusan yang permanen dibuat, yaitu amandemen atas, undang-undang Nomor 49 Tahun 1960 tentang Piutang Negara”. Dengan merestrukturisasi kredit macet UMKM, diharapkan UMKM yang bersangkutan dapat mengembangkan usahanya. selengkapnya...

BI Belum Ikuti Basel Soal Modal Bank

Perlu ada perbedaan izin operasi bagi bank asing

Bank Indonesia belum berencana mengubah aturan permodalan minimum bagi perbankan nasional, meskipun anggota G-20 sepakat melakukan revisi terhadap aturan tersebut. Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad menuturkan, Indonesia dan beberapa emerging market yang jadi anggota sudah memberi masukan atas perubahan aturan tersebut.

Pada kesempatan terpisah Halim Alamsyah, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI mengatakan putusan G-20 tentang modal minimum merupkan keputusan bersama antarnegara anggota kelompok tersebut, termasuk Indonesia. Namun, belum ada keputusan berapa level minimumnya ? selengkapnya...

Rabu, 09 September 2009

Dow Jones Dibuai oleh Harapan Pemulihan Ekonomi

Saham-saham AS naik moderat didukung oleh optimisme bahwa pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan naiknya harga komoditas didorong oleh melemahnya dollar. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,49 poin (0,58 persen) menjadi 9.495,76 pada penutupan transaksi, memperpanjang dua hari kemenangan.

Indeks gabungan saham teknologi Nasdaq naik 18,59 poin (0,92 persen) menjadi 2.037,37 dan indikator pasar lebih luas indeks Standard & Poor’s 500 naik 8,73 poin (0,86 persen) menjadi 1.025,13 pada penutupan sementara. selenglapnya...

IHSG Kembali Uji Level 2.400

Kenaikan pasar 2 hari terakhir diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini mengikuti pergerakan regional, dengan aksi pembelian lanjutan saham-saham unggulan. Potensi penguatan tersebut membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguji level psikologis 2.400. Analis pasar modal Edwin Sinaga menuturkan, sekarang pergerakan IHSG masih bergantung pada arah bursa regional, tetapi IHSG akan mencoba menguji level resistance 2.400.

Pemodal akan tetap fokus mentransaksikan saham-saham komoditas yang sangat erat dipengaruhi harga minyak mentah dunia dan saham perbankan yang sensitif dengan kebijakan suku bunga. Harga kontrak minyak mentah dunia di pasar New York kemarin menguat US$2,28 per barel atau 3,35% ke level harga US$70,3.

Edwin memperkirakan IHSG bergerak dari titik topang 2.340 dengan titik resistance 2.400. Pendorong tetap saham komoditas dan perbankan, sedangkan saham properti belum terlalu signifikan memengaruhi IHSG. selengkapnya...

Jamsostek Investasikan Rp 3 Triliun di Obligasi

PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) (Jamsostek) akan mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun-Rp4 triliun untuk memborong obligasi hingga akhir tahun ini. Direktur Jamsostek Elvyn G. Masassya menuturkan dana untuk pembelian obligasi itu akan diambil dari perolehan dana baru dari peserta dan dari kelolaan perusahaan. Pembesaran porsi investasi ke obligasi dilakukan agar komposisi investasi yang kami miliki bisa seimbang.

Menurut Elvyn, saat ini jumlah dana investasi Jamsostek mencapai Rp72 triliun dari jumlah itu, sebesar 30% diinvestasikan ke deposito, 50% fixed income (obligasi), 15% saham, dan sisanya sebesar 5% merupakan investasi langsung. Dengan adanya penambahan dana yang akan dipakai untuk membeli obligasi, tentu saja ada perubahan komposisi investasi kami. selengkapnya...

Tahun 2010, Sukuk Kembali Meningkat

Krisis global yang mendera berbagai negara menimbulkan turunnya perkembangan obligasi syariah (sukuk) dan diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Kemungkinan pada semester II tahun ini, investor mulai memberikan sentimen positif sehingga pasar sukuk akan segera bangkit. Hal senada di ungkapkan oleh Mahmoud Abbusama, head of HSBC Amanah Indonesia, Hingga Agustus alu sukuk global berjumlah 11,1 miliar dollar Amerika, atau menurun pada periode yang tahun lalu dikisaran 14 miliar dollar AS. Tetapi dalam kurun waktu delapan bulan ini setidaknya ada 96 sukuk yang dilempar kepasar, 66 diantaranya dikeluarkan pemerintah Indonesia. Pada tahun 2010 nanti akan terjadi pertumbuhan yang luar biasa pada pasar sukuk nasional. Ia bahkan memperkirakan pada kuartal I tahun depan, pemerintah akan menerbitkan dua sukuk. Dan kemungkinan HSBC Amanah yang akan menjadi penjamin emisi sukuk tersebut. Pasar sukuk global saat ini mencapai 15 miliar dollar AS. selengkapnya...

Penerbitan Obligasi Jadi Tren

Bertujuan Perbaiki Struktur Dana

Perbankan kini menemukan momentum untuk menerbitkan obligasi dan subdebt seiring mulai turunnya suku bunga dan makin terbatasnya ruang gerak untuk mengimpun dana besar melalui deposito. Pada saat ini bank-bank masih memburu likuiditas dan memiliki rasio modal dibawah rata-rata perbankan nasional mengambil kesempatan pertama untuk menerbitkan obligasi atau subdect.

Menurut ekonom Tony Prasetiantono mengungkapkan penerbitan obligasi dan subdebt semakin penting karena bank bisa sekaligus memperbaiki struktur dana. Subdebt merupakan obligasi subordinasi di mana sebagian dana yang diperoleh bisa diakui sebagai modal. Penerbitan obligasi dan subdebt bakal menjadi tren bagi perbankan karena imbal hasilnya mulai turun signifikan. Salah satu penyebabnay adalah kesepakatan bank-bank besar menurunkan bunga deposito bernilai besar dari sebelumnya rata-rata 10 persen menjadi 8 persen per awal September 2009. Penurunan bunga deposito ini selanjutnya menarik turun imbal asil atau yield dari obligasi dan subdebt. Kesepakatan bank-bank besar untuk menurunkan sekaligus menyeragamkan bunga deposito juga akhirnya membatasi ruang gerak bank untuk berebut deposan besar. Apalagi Bank Indonesia juga akan menegur bank yang mengambil deposan kakap milik bank lain. selengkapnya...

BI tak tahu Manipulasi Data

Mutasi pejabat bank sentral tidak terkait kasus Bank Century

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengklaim tidak mengetahui kasus manipulasi di PT Bank Century Tbk pada saat memutuskan kebijakan penyelamatan bank publik, meski BI berasumsi bank itu berisiko sistemik. Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi mengatakan manipulasi data baru diketahui setelah ada pemeriksaan lanjutan dan audit oleh akuntan independen, sehingga dana talangan yang dikucurkan membengkak sampai Rp6,7 triliun.

Dia menjelaskan gagal bayar dan kredit fiktif baru diketahui secara bertahap. Menurut dia, pada waktu akan diserahkan kepada Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) anggaran yang dibutuhkan memang Rp632 miliar untuk menyuntik Bank Century. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang baru diketahui adanya manipulasi data. selengkapnya...

Cetak Uang Lebaran, Peruri Diminta Lembur

Peningkatan permintaan menjelang lebaran untuk mencetak uang pecahan kecil Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000. untuk itu pihak Bank Indonesia meminta Perum Peruri untuk bekerja lebih ekstra.


Dalam rangka mengantisipasi kenaikan permintaan uang kartal selama Ramadhan-Idul Fitri 2009 BI telah menyediakan uang kartal dalam jumlah yang lebih dari mencukupi. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi persediaan uang kartal di BI secara nasional per 31 Agustus 2009 tercatat sebesar Rp 150,8 triliun terdiri dari uang pecahan besar (Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000) dan uang pecahan kecil sebesar Rp 4,9 triliun.. Uang pecahan kecil terdiri dari pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. "Persediaan tersebut dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang kartal pada Ramadhan-Idul 2009 sebesar Rp 54,2 triliun, Di perkiraan kebutuhan Rp 54,2 triliun terdiri dari Rp 49,5 triliiun untuk pecahan besar dan Rp 4,7 triliun dari pecahan kecil. " Khusus untuk uang kertas pecahan Rp 2.000 dan Rp 1.000 jumlahnya diperkirakan masing-masing Rp 1,1 triliun dan Rp 0,3 triliun," Dan selama bulan Ramadhan-Idul fitri 2009 kebutuhan uang kartal meningkat sekitar Rp 169,7 triliun dibandingkan rata-rata kebutuhan uang kartal bulanan sebesar Rp 20,1 triliun. Diperkirakan proyeksi kebutuhan tersebut maka uang kartal yang diedarkan pada H-1 sebelum Idul Fitri mencapai Rp 300,4 triliun. selengkapnya...

Selasa, 08 September 2009

Nilai Transaksi Saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) Semakin Merosot

Nilai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia terus merosot dan mencapai titik terendah tahun ini. Minimnya nilai transaksi di BEI ini diperkirakan akan terjadi hingga akhir bulan September bahkan Oktober yang akan datang. Dilihat dari perdagangan senin, 07 September 2009, Total nilai transaksi di BEI hanya Rp 2,54 triliun, sedangkan jumlah saham yang diperjualbelikan hanya 4,07 miliar saham dengan frekuensi transaksi hanya 64,086 kali. Sedangkan pada jumat lalu, nilai transaksi di BEI juga anjlok, tercatat hanya Rp 2,72 triliun. Nilai transaksi dibawah rata-rata nilai perdagangan di BEI yang sebelumnya diatas Rp 5 triliun, bahkan beberapa kali di atas Rp 8 triliun. Minimnya nilai transaksi di BEI ini mulai terjadi sejak awal bulan ini. Memasuki bulan September, transaksi dan aktivitas perdagangan semakin sepi.

Menurut Presiden Direktur PT CIMB GK Securities Indonesia Bernard Thien mengungkapkan, sepinya aktivitas perdagangan bulan september memang merupakan fenomena yang selama ini terjadi di pasar modal. Dari data terlihat, bulan September adalah bulan di mana pertumbuhan harga saham paling rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya. Hal senada disampaikan Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero. Mengungkapkan sepinya aktivitas perdagangan di BEI, termasuk pasar modal global, kemungkinan berlangsung sampai bulan Oktober. selengkapnya...

AS-Indonesia Dorong Perdagangan Kayu Legal

Amerika Serikat dan Indonesia menggelar pertemuan tingkat regional yang pertama dengan tema Dialog Regional Asia Pasifik untuk Mendorong Perdagangan Produk Legal Kehutanan di Jakarta, 2-4 September 2009. Asisten Perwakilan Dagang AS untuk Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Mark Linscott memimpin delegasi AS yang terdiri atas Departemen Luar Negeri, Departemen Pertanian, Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Adapun delegasi Indonesia dipimpin oleh Hadi Daryanto, Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Departemen Kehutanan. Negara-negara peserta yang turut dalam dialog ini yaitu Australia, Brunei, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Kepulauan Solomon, dan Vietnam. Dalam siaran pers Kedubes AS, akhir pekan lalu, Lobscott mengatakan, Dialog regional ini mencerminkan komitmen pemerintahan Obama untuk menemukan solusi yang efektif dan kreatif bagi tantangan lingkungan hidup yang berhubungan dengan perdagangan. selengkapnya...

Senin, 07 September 2009

Sektor Manufaktur Sulit Bangkit

Belanja bahan baku dan barang modal pada Juli mulai naik

Kinerja industri pengolahan (manufaktur) sepanjang 7 bulan pertama 2009 ternyata masih sulit pulih dari imbas krisis ekonomi global. Bahkan, pencapaian kinerja pada akhir tahun ini kemungkinan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada periode sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan masih terjadi penurunan kinerja ekspor dan impor produk manufaktur pada Januari–Juli 2009. Ekspor produk manufaktur tercatat merosot 26,64% dari US$53,184 miliar pada periode yang sama 2008 menjadi US$39,016 miliar. Peningkatan ekspor produk manufaktur secara bulanan yang terjadi mulai Mei hingga Juli rerata sebesar 2,5%-2,85%, ternyata belum berdampak signifikan menopang kenaikan nilai dan volume ekspor. selengkapnya...

Tindakan Sebelum Memulai Bisnis

Ketika kita sudah menemukan sebuah konsep bisnis yang ingin dijalankan, biasanya kita tidak tahu apa yang harus dipersiapkan sebelum membuka usaha tersebut. Disini akan dijelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum memulai usaha. Hal ini dilakukan agar kita dapat membuka usaha dengan sistematis dan meminimalisir kesalahan ataupun kerugian akibat kesalahan perencanaan.


Secara umum, ada 5 hal yang harus kita pertimbangkan sebelum membuka usaha, yaitu... baca selengkapnya...

Indeks BISNIS-27 Tertekan Aksi Jual

Selama sepekan kemarin indeks BISNIS-27 bergerak melemah sebesar 2,83% tertekan oleh aksi jual investor asing sehingga saham-saham pertambangan terkoreksi. Pada Jumat pekan lalu, indeks BISNIS-27 ditutup di level 207,37.

Koreksi saham-saham pertambangan dipicu oleh harga minyak dunia yang anjlok ke level US$68 per barel memberikan sentimen negatif bagi ekspektasi perbaikan ekonomi global, harga minyak yang cepat melambung tinggi hingga melewati US$71 per barel beberapa waktu sebelumnya disadari oleh investor di dalam negeri lebih didorong oleh motif spekulasi.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kenaikan nilai ekspor batu bara sepanjang Januari-Juli 2009 sebesar 22% dari US$5,57 miliar pada 2008 menjadi US$6,8 miliar, disebabkan oleh melonjaknya harga batu bara seiring harga minyak dunia yang menguat sejak awal tahun. selengkapnya...

Bakrieland Siap Emisi Obligasi 2010

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) berencana menerbitkan kembali obligasi pada tahun depan, sebagai salah satu opsi membiayai kebutuhan pendanaan infrastruktur yang nilainya lebih dari Rp1 triliun. Di samping opsi emisi obligasi, perseroan akan menggandeng investor strategis melalui roadshow ke beberapa negara. Beberapa investor yang telah berminat di antaranya adalah Australia, Timur Tengah, dan Hong Kong.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S Thaib mengatakan rencana emisi obligasi tersebut akan dikombinasikan dengan pendanaan melalui penjualan strategis (strategic sale) saham PT Bakrie Toll Road sebesar 30%. selengkapnya...

Adaro & Shell investasi US$40 juta

PT Adaro Energy Tbk IBT melalui anak perusahaannya, PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) akan membangun fasilitas penyimpanan bahan bakar bekerja sama dengan PT Shell Indonesia senilai US$40 juta. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan perjanjian antara kedua belah pihak tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi dari rantai pasokan batu bara.

Adapun, IBT secara tidak langsung dimiliki 100% oleh Adaro Energy dan merupakan operator terminal batu bara di Pulau Laut yang lokasinya di sebelah selatan pulau tersebut.

Pelabuhan IBT memiliki kapasitas yang dapat memuat 12 juta ton batu bara dan dapat mengakomodasi kapal dengan ukuran sampai dengan 80.000 DWT (dead weight tonnes). Dalam siaran pers kemarin, Garibaldi Thohir memaparkan, bahwa IBT telah menandatangani fuel facilities agreement dengan Shell Indonesia dalam rangka menunjang pertumbuhan lalu lintas di terminal IBT serta menambah pendapatan dari kegiatan operasional jetty curah cair. selengkapnya...

90 Produk Disiapkan Jadi Ekspor Alternatif

Pemerintah tengah menyiapkan 90 jenis produk inovatif untuk menjadi produk ekspor alternatif pada masa mendatang. Eddy Putra Irawady, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian mengungkapkan ada 22.000 produk di seluruh dunia yang sudah di data atau dicatatkan secara online (harmonized system).

Adapun Pusat Inovasi UMKM Indonesia mencatat ada 212 jenis produk yang belum masuk ke data itu, sehingga dikelompokkan sebagai produk inovatif yang terdaftar secara elektronik di lebih dari 70 negara. Eddy menjelaskan, baru ada 122 jenis produk yang siap untuk diekspor karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagai produk inovatif dalam harmonized system. Adapun sisanya yang 90 masih inkubasi untuk disisir lagi permasalahan yang masih perlu disempurnakan. selengkapnya...

122 Produk Layak Ekspor

LPEI Kerja Sama dengan Bank Perdagangan Asing

Sebanyak 122 produk unggulan dan inovatif Indonesia telah layak diekspor karena tidak diproduksi negara lain. Adapun 90 produk lainnya masih diuji kekhasannya dengan pengecekan nomor spesipikasi barang untuk jadi produk unggulan ekspor. Didunia terdapat 22.000 item yang masuk dalam Harmonize System (HS), atau sistem Pengodean dan Deskripsi Komoditas yang diharmonisasi untuk kepentingan kepabeanan. baca selengkapnya...

Indofood Pisah Divisi Mi Instant

Merebak spekulasi perusahaan baru akan IPO

PT Indofood Sukses Makmur Tbk akan memisahkan (spin-off) divisi mi instan dan bumbu penyedap menjadi unit usaha tersendiri agar lebih efisien dan memperluas akses pembiayaan. Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi First Pacific Company Limited, perusahaan induk milik Grup Salim yang menguasai 50,1% saham Indofood kepada Hong Kong Stock Exchange kemarin.

Indofood, perusahaan induk Indofood Agri Resources Ltd, penghasil CPO, akan merestrukturisasi secara internal dengan memindahkan aset dari dua divisi beserta karyawan dan mesin ke PT Indofood Consumer Branded Products Sukses Makmur (Indofood CBP), perusahaan yang dibentuk pada 2 September.

Indofood CBP akan menerbitkan saham baru yang nilainya setara dengan nilai aktiva bersih dari aset dan kewajiban itu, sehingga Indofood bisa memiliki 100% perusahaan baru itu. Indofood akan menguasai 99,99% saham Indofood CBP, sedangkan selebihnya oleh PT Prima Intipangan Sejati. First Pacific mengharapkan pemindahan aset tersebut tuntas pada 30 September 2009, sehingga terhitung mulai 1 Oktober 2009, perusahaan baru dapat beroperasi. selengkapnya...

Kamis, 03 September 2009

Bunga Acuan BI Sesuai bagi Pasar

Lebih Penting Tekan Bunga Kredit

Dalam suku bunga acuan yang diberikan Bank Indonesia sebesar 6,5 persen merupakan keadaan yang sesuai untuk kondisi para pelaku pasar ataupun untuk menopang perekonomian Indonesia ke depan. Adapun untuk penurunan suku bunga kredit tetap harus diusahakan secepat munkin agar konsumsi dapat terjaga dan sektor usaha berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, Kepala riset Recapital Securities Poltak Hotradero, dan Direktur Riset dan Pemasaran Sucorinvest Adrian Rusmana.

Menurut, Mirza mengatakan, pada Agustus 2009 tingkat inflasi (year on year) sebesar 2,75 persen dan diperkirakan untuk tahun ini sekitar 4 persen, sebetulnya peluang penurunan suku bunga acuan BI (BI Rate) masih terbuka sampai 5,5 persen. Disebabkan Bank Indonesia hanya menetapkan suku bunga riil atau selisih antara suku bunga acuan dan inflasi sebesar 1,5 persen. Dan diperkirakan tahun 2010 inflasi akan naik ke level 5-6 persen. Oleh karena itu, tingkat suku bunga lebih baik tetap dibandingkan diturunkan karena suatu saat pasti nanti dinaikan lagi. Agar lebih stabil bagi pasar. selengkapnya...

SBY Hantikan Polemik Century

Bank Indonesia ingin terlibat periksa Antaboga sejak 2005

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memahami dan mengetahui pemberian dana talangan kepada Bank Century adalah dalam rangka pengamanan kondisi perekonomian nasional pada saat itu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa seusai mendampingi Presiden Yudhoyono pada acara pengucapan sumpah Konsil Kedokteran Indonesia di Istana Negara, kemarin.

Hatta menambahkan Presiden Yudhoyono telah mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 2 hari yang lalu. Kepala Negara juga telah menerima laporan dari Menteri Keuangan saat Presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Washington, AS, pada November 2008.

Pada saat itu, Presiden meminta kepada Sri Mulyani agar mengamankan perekonomian nasional dan mencegah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru, Presiden meminta kepada Menteri Keuangan dan pejabat Bank Indonesia memberikan penjelasan. Karena Presiden tidak menguasai domain-domain hal tersebut, maka ia meminta KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan BI untuk mengontrol, mengawasi, perbankan. selengkapnya...

Selasa, 01 September 2009

BRI Turunkan Bunga Komersial

Perbankan

BRI berencana menurunkan bunga kredit komersial 100 basis poin mulai September 2009. penurunan bunga kredit akan terus berlanjut seiring mengecilnya biaya dana. Direktur Utama BRI Sofyan Basir saat pemaparan kinerja perseroan triwulan II-2009, mengatakan, bunga kredit komersial diturunkan berkisar 12-13 persen, turun 100 bp dari sebelumnya 13-14 persen mulai bulan depan.

Adapun untuk sektor mikro, bunga kredit tidak berubah berkisar 18-22 persen. Saat suku bunga naik, BRI tidak menaikkan bunga kredit mikro. Itulah mengapa marjin bunga bersih BRI sempat turun. Penurunan bunga kredit bisa dilakukan karena biaya dana mengecil seiring adanya kesepakatan perbankan untuk menurunkan bunga deposito berjangka.

Saat ini suku bunga maksimum deposito untuk bank-bank besar adalah 8 persen sebelumnya 9-10 persen. Berdasarkan kesepakatan perbankan, bunga deposito pada Desember 2009 diharapkan bisa mencapai 7 persen. Kondisi ini akan membuat bunga kredit turun ke level 11-12 persen.

Terkait kinerja perseroan, Sofyan menjelaskan, per triwulan II-2009, posisi kredit BRI mencapai Rp 184,6 triliun, tumbuh 35,78 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,96 triliun. selengkapnya...

Perbarindo Ingin agar BPR Tetap Dibina BI

Perbankan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia menginginkan supaya pembinaan Bank Perkreditan Rakyat tetap dilakukan oleh Bank Indonesia. Ini menjawab wacana pembentukan Otoritas Jasa Keuangan. Perbarindo juga meminta BI untuk mengaudit sendiri dan tetap mengeluarkan surat keterangan tingkat kesehatan BPR, tidak melalui pihak ketiga.

Audit melalui pihak ketiga membuat data BPR sangat rentan disalahgunakan. BPR berkomitmen untuk tetap mendukung rating agar ada perbaikan bagi industri BPR ke depan. Hal itu disampaikan Hiras Lumban Tobing, Ketua DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya, ketika menyampaikan pembentukan Forum Lintas DPD Perbarindo se-Indonesia di Jakarta, Senin.

Forum Lintas DPD perbarindo se-Indonesia dilandasi oleh kerasnye persaingan dalam menyalurkan kredit mikro. Saat ini industri BPR makin terdesak oleh ekspansi bank umum dan bank asing ke sektor kredit mikro. selengkapnya...

Bank kecil pangkas bunga deposito Struktur dana antarbank berbeda

Upaya penurunan suku bunga deposito dilakukan oleh bank besar, dalam hal ini bank-bank kecil juga akan mengikuti arah penurunan bunga deposito oleh bank besar, tetapi tetap berpatokan lebih tinggi sekitar 100 basis poin guna mempertahankan dana agar tidak berpindah.

Hal ini didukung oleh pihak Dirut Bank Saudara Farid Rahman menurutnya dapat membantu industri perbankan secara keselurahan untuk menekan cost of fund. Dan pihak nya akan mengikuti penurunan bunga deposito itu, tetapi tentu tidak bisa sepenuhnya setara dengan bank besar, guna tetap memiliki daya saing untuk itu perlu diatas mereka sedikitnya 1%. Pada saat ini pihak bank menengah kecil pada umumnya masih dua digit terutama untuk mempertahankan deposito yang ada agar jangan pindah ke bank lain. Adapun sejalandengan penurunan bunga di pasar, bank kecil akan menyesuaikan bunga simpanan berjangkanya di level yang wajar agar beban biaya dana semakin efisien.

Hal serupa disampaikan Dirut Bank Swadesi Ningsih Suciati, menurutnya, bank kecil hanya sebagai pengikut sehingga penurunan suku bunga deposito itu sangat bergantung pada upaya kelompok bank di atasnya. Langkah bank besar menurunkan bunga deposito otomatis akan diikuti oleh kelompok bank kecil meskipun level depositonya tidak akan sepenuhnya setara dengan bank tersebut. selengkapnya...